<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397</id><updated>2011-04-21T21:50:51.546-07:00</updated><title type='text'>Setara Bersahabat Dinamis</title><subtitle type='html'>Study enthusiastic novelty fully. Learn meaning to expose x'self you [at] this Wide [of] world 
Learn to remind, in fact unlikely you [of] soybean cake all answer. Learn to teach all important Iesson in life, that is humility to enquire.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-117611198775590347</id><published>2007-04-09T02:45:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T02:46:27.920-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PAGI BUTA MEREKA MENCOBLOS (MEMILIH TIGA NAMA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan utusan tingkat RT memang semarak dan ada saja hal yang menarik untuk di ceritakan, salah satunya adalah pemilihan utusan di tingkat RT pada RW I Kelurahan Klasaman. Pemilihan di laksanakan di saat orang lain masih menikmati rasa kantuk, atau masih tiduran karena masih terlalu pagi untuk beraktifitas, yaitu jam 06.30 WIT. Karena pemilihan di mulai pagi hari jadi pada jam 07.15 WIT sudah bisa di adakan penghitungan suara.&lt;br /&gt;Kisahnya sederhana kenapa pemilihan di RT 06 ini sangat di luar kebiasaan di RT-RT lain. Pada hari minggu, Tanggal 08 Oktober 2006 di jadwalkan pemilihan tingkat RT di RW I. Untuk mempercepat dan tidak terlalu merepotkan, panitia sepakat pemilihan di RW I bersamaan harinya dan di tempat yang sama. RW I terdiri dari 6 RT, masing-masing RT telah mempersiapkan panitia dan kartu untuk di ambil setiap pemilih. Setelah saya perhatikan peserta dari RT 6 hanya ada 3 orang, yaitu Bapak RT (Opie), Bapak Marthen, dan bapak Albert. Kemudian saya bertanya ke panitia Bapak Melki Osok, pak, RT 6 warganya di undang kah untuk mengikuti pemilihan hari ini, ya katanya, semua ketua RT sudah di beritahukan untuk mengikuti pemilihan hari ini.&lt;br /&gt;Setelah mendapat penjelasan dari bapak Melki saya menunggu berberapa saat, mungkin saja banyak warga RT 06 yang belum sempat hadir atau menunggu suasana agak dingin atau mulai teduh atau waktu sore. Maklum pemilihan di laksanakan jam 13.00 WIT setelah warga selesai sembayang di gereja, karena RW I mayoritas Kristen. Jam 13.40 saya lihat masyarakat sudah banyak yang berkumpul dan saya persilakan pak Melki selaku panitia pemilihan tingkat RW untuk membuka dan memberikan sedikit penjelasan tentang tata cara pemilihan.&lt;br /&gt;Suara pak melki yang lantang membuat suara tersebut terdengar dengan jelas oleh masyarakat. Bapak Melki menjelaskan tata cara pemilihan sambil menyuruh sesorang untuk memperagakan dan kemana setiap orang memasukan suaranya ke kotak yang di sediakan berdasarkan RT masing-masing. Karena pada saat pemilihan di RW I hadir bapak Saleh selaku pematau di tingkat Kelurahan, saya meminta agar bapak Saleh duduk di meja dekat pengambilan kartu suara.&lt;br /&gt;Pemilihan masih berlangsung saya melihat dari RT 06 jumlah yang hadir masih sedikit sekali, saya menghampiri bapak RT 06 dan menanyakan kemana warga RT 06 yang akan mengikuti pemilihan hari ini. Kebingungan bapak RT menjawab bahwa menurut informasi dari panitia bahwa hari ini hanya akan memilih 3 orang dari RW I yang nanti akan di utus mengikuti pemilihan tingkat Kelurahan. Karena saya melihat ada kesalahan dalam menerima informasi dan saya berunding ke panitia bagaimana untuk RT 06 yang tempatnya terpisah dengan RT-RT yang ada di RW I dilaksanakan sendiri saja. Bapak melki setuju tapi kalau bisa secepatnya agar pemilihan di tingkat kelurahan tidak mengalami penundaan.&lt;br /&gt;Saya menghampiri 3 orang utusan dari RT 06 dan menanyakan apakah RT 06 siap untuk mengadakan pemilihan sendiri dalam waktu dekat. Ke tiga orang yang hadir menyatakan siap dan kemudian berunding untuk menentukan waktu pemilihan. Setelah berunding mereka bertanya kepada saya, kalau besok, senin (Tanggal 09 Oktober 2006) ada RT lain yang mengadakan pemilihan tidak(agar tidak bertabrakan maksudnya). Kemudian saya melihat jadwal pemilihan, apakah hari Senin ada kegiatan pemilihan, ternyata hari senin ada pemilihan di RT 1 dan 2 di RW IV, jam pelaksanaan pagi jam 08.00 WIT dan sore nya ada pemilihan di RT 4 RW IV yaitu jam 16.00 WIT.&lt;br /&gt;Kemudian mereka bertanya bagaimana kalau kegiatan pemilihan di laksnakan pagi hari sebelum pelaksanaan di RT 1 dan 2 RW IV. Saya kemudian balik bertanya jam berapa pelaksanaannya kalau sebelum kegiatan di RW IV yang dilaksanakan pada jam 08.00 WIT, mereka dengan yakin berkata jam 06.00 WIT masyarakat sudah berkumpul dan pemilihan akan selesai sekitar jam 07.30 WIT sehingga tidak menggangu kegiatan bapak ke RW IV untuk meilhat pemilihan di sana. Sebentar saya katakana saya akan berdiskusi dulu dengan panitia apakah mereka bersedia hadir kalau sepagi itu, padahal saya pikir saya sendiri masih tidur karena setelah sholat Subuh biasanya saya tertidur lagi (tapi ini Rahasia) dan untuk konsumsi sendiri saja. Jawaban pak Melki ternyata sangat mengejutkan bahwa beliau setuju dan besok jam 06.00 WIT ia jamin sudah berada di RT 06 walau lokasi lumayan jauh dari rumahnya. Akhirnya saya katakana saya dan panitia bersedia hadir besok jam 06.00 WIT, dengan pesan mungkin saya agak telat jam 07.00 WIT baru datang dan tak perlu tunggu saya biar penitia yaitu pak Melki yang akan dahuluan, satu lagi jangan molor karena jam 08.00 WIT saya ada pmilihan di RW IV.&lt;br /&gt;Setelah makan sahur dan Sholat Subuh saya berusaha untuk tidak tidur, namun karena mata tidak kompromi saya tertidur, bangun-bangun waktu sudah menunjukan jam 06.15 WIT. Karena puasa jadi tidak repot untuk makan atau sarafan pagi, mandi dan langsung berangkat. Untung perjalanan Rumah ke lokasi tidak terlalu jauh, sekitar jam 06.45 saya tiba, benar pak melki sudah berada di lokasi menurut pak RT jam 06.00 WIT pak Melki sudah berada di lokasi bersama kami. Saya lihat masyarakat masih banyak yang berkumpul dan masih ada berberapa yang memilih. Orang yang sudah memilih ingin melihat penghitungan suara sebelum berangkat ke ladang.&lt;br /&gt;Setelah di tunggu berberapa saat tidak ada lagi masyrakat yang memilih panitia memutuskan untuk menghitung kartu suara. Kotak suara di buka panitia dan kartu suara di tumpahkan di atas meja. Setelah di periksa dan panitia mengangkat kotak menunjukan bahwa kotak sudah kosong. Penghitungan kartu suara di mulai, ternyata yang memilih sejumlah 154 orang. Panitia mencocokan jumlah suara yang masuk dengan jumlah absen yang ada, jumlahnya sama. Panitia meminta kertas besar dan spidol untuk segera menghitung.&lt;br /&gt;Penghitungan berjalan lancar ada banyak nama yang disebut, jumlah nama yang di sebut adalah 35 orang ada di antaranya wanita. Penghitungan selesai dan kelihatan jumlah perolehan suara terbanyak. Namun di sayangkan jumlah suara yang memilih perempuan sangat sedikit. Berikut nama dan perolehan suara di RT 06 :&lt;br /&gt;1. Marthn Sagisolo Jumlah 55 suara&lt;br /&gt;2. Albert Kaliele Jumlah 48 suara&lt;br /&gt;3. Daud Marar Jumlah 20 suara&lt;br /&gt;Dan sisanya rata-rata 6 dan ada yang hanya mendapatkan 1 suara, ya itulah namanya pemilihan dan di P2KP setiap orang bisa saja memilih peribadinya sendiri asal dirasanya termasuk orang yang jujur, baik, ikhlas dan bertanggunga jawab.&lt;br /&gt;Jam 08.05 WIT penghitungan selesai dan saya segera menuju pemilihan di RT berikutnya, coblos lagi-coblos lagi, pilih lagi-pilih lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KITONG (KITA SEMUA) MISKIN KARENA. ..................................?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaaan Refleksi Kemiskinan di RW IV Kelurhan Klasaman sesuai jadwal yang disepakati tim faskel dan relawan adalah hari Sabtu, 2 September 2006 jam 08.00 WIT (karna mayoritas warga adalah petani), bertempat di rumah ketua RT, tepatnya di RT 01. RW IV terdiri dari 6 RT, 4 RT sudah dilaksanakan berberapa hari yang lalu. Sesuai jam yang direncanakan tim faskel hadir, belum ada warga yang hadir, tetapi bapak Zet Malaseme selaku ketua RT telah mempersiapkan tempat sejak pagi-pagi sekali. Saya menyampaikan salam ke ketua RT, dan langsung dipersilakan masuk ruangan yang akan dipakai. Wah maaf ini pak, sudah jam 08.00 WIT warga belum ada yang muncul. Tidak apa-apa pak kita tunggu saja, tapi undangan sudah disebar relawan pak tanya saya?. Ya semua undangan sudah disebar dan saya yang menanda tangani, barusan saya suda toki (pukul, bahasa Papua) lonceng agar warga kumpul, jawab nya, jumlahnya yang di undang juga banyak, yaitu 40 orang.&lt;br /&gt;Sekitar 10 menit tim faskel menunggu, warga mulai berdatangan tetapi masih berdiri dan bercerita satu sama lain di luar. Melihat kondisi itu saya berbisik ke ketua RW bagaimana kalau kita minta masuk semua warga yang sudah hadir. Kita tunggu lagi sebentar lagi saja jawab pak Zet, karena warga masih terlalu sedikit selain itu relawan juga belum terlihat. Jam 08.20 WIT, gantian ketua RW yang berbisik ke saya, sudah pak kita mulai saja, itu relawan sudah datang dan warga yang terlambat biar menyesuaikan saja. Baik pak karena waktu mulai siang jangan sampai warga tidak bisa ke ladang nantinya.&lt;br /&gt;Sebelum diskusi di mulai, ketua RW membacakan susunan acara terlebih dahulu, salah satu acaranya adalah sosialisasi tentang Refleksi Kemiskinan oleh relawan yang ada. Relawan menyampaikan teknis nanti dalam berdiskusi terutama karena di ruangan yang hadir terdiri dari 2 RT, jadi nanti diharapkan warga duduk berdasarkan RT masing-masing.&lt;br /&gt;Mengingat waktu mulai siang diskusi dimulai, namun warga dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing RT terbagi 2 kelompok. Relawan memandu yang didampingi fasilitator. Saat peserta di tanyakan perbedaan antara orang miskin dengan orang yang mampu, jawaban mereka sangat sederhana yaitu kalau orang yang kaya adalah yang menjadi pegawai negeri. Sementara kalau orang yang menjadi petani adalah orang yang tidak mampu.&lt;br /&gt;Jawaban yang dilontarkan peserta dalam kelompok tersebut sangat sederhana, kemudian saya bertanya bagaimana dengan pegawai negeri yang mempunyai golongan 1 dan anaknya banyak. Walaupun dengan analogi seperti itu tetapi dalam fikiran peserta jika pegawai negeri termasuk orang yang mampu. Karena peserta yang lainpun sepakat bahwa salah satu yang membedakan orang mampu dan tidak mampu dilihat dari statusnya sebagai pegawai negeri atau bukan pegawai negeri. Diskusi berkembang sehingga muncul hal lain yang menjadi pembeda orang mampu dan yang tidak mampu, seperti rumah tidak layak, dan tidak punya kerjaan tetap.&lt;br /&gt;Saat peserta di tanyakan mengapa mereka menjadi miskin. Seorang bapak kemudian angkat bicara bahwa warga kami miskin ini karena ulah pemerintah yang tidak pernah memperhatikan kami tarutama petani (bapak ini pensiunan). Bapak tadi mencontohkan apa yang ada dilingkungan kami sekarang ini semata-mata karena keswadayaan kami. Bapak-bapak bisa lihat sendiri bahwa kami mayoritas keluarga petani, seharusnya pemerintah memberikan kami pelatihan dan penyuluhan bagaimana cara bercocok tanam yang baik seperti orang seberang (Orang Jawa, red). Seharusnya pemerintah memberi bantuan pupuk agar apa yang kami tanam benar-benar baik. Karena ketidak pedulian pemerintah itulah kami tetap dalam kehidupan seperti sekarang ini. Peserta yang lain setuju apa yang di sampaikan tersebut. Lihatlah bagaimana warga kami kalau bercocok tanam tidak ada yang khusus menanam satu tenaman di tempat tertentu dan dengan perawatan benar, tetapi lebih cendrung asal tanaman dan akhirnya kalau gagal berpindah tempat, di lahan lain seperti itu juga.&lt;br /&gt;Semangat bapak tersebut cukup bagus dan beliau memberikan contoh dari dinas pertanian yang tidak pernah bersedia terjun langsung berbeda dengan berberapa tahun yang lalu (si bapak menyebut satu nama tapi saya lupa namanya), sekarang pegawai pertanian walaupun sudah di minta untuk datang tetapi tetap tidak bersedia datang. Harapan kami bapak mau menjembatani antara keinginan kami untuk mendapat pengetahuan berrtani yang baik (terutama yang petani).&lt;br /&gt;Keinginan warga sebenarnya sederhana, yaitu mendapatkan perhatian dari pemerintah baik dalam bentuk pelatihan atau bentuk penyuluhan yang dapat membantu merubah cara atau pola bertani yang di rasa kurang berhasil selama ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SATU JUTA RUPIAH (1000.000) MENJADI UJIAN ANGGOTA BKM KLASAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi baru atau sebuah lembaga baru seperti BKM tentu sangat membutuhkan banyak hal, yang diharapkan akan membuat lembaga tersebut kuat. BKM ibarat bayi yang baru lahir, masih sangat membutuhkan bantuan dan masukan dalam segala hal, terutama materi dan motivasional dalam rangka penyatuan gerak untuk mencapai tujuan. Apalagi BKM merupakan sebuah lembaga yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan. Artinya kemampuan anggota BKM dalam mengenal, merencanakan, memutuskan dan mengevaluasi semua kondisi dalam lingkungan sangat dinanti seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;Menyadari BKM sebagai lembaga baru yang sangat membutuhkan bantuan, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan pendanaan. Pembinaan bisa dalam bentuk pembekalan dan bantuan dalam bentuk dana, tentu akan meningkatkan kemampauan dan kepercayaan yang dibutuhkan anggota. Kemampuan dan kepercayaan BKM sebagai lembaga merupakan sebuah modal awal yang nanti bisa mempercepat gerak anggota dalam membantu masyarakat keluar dari persoalan yang dihadapi.&lt;br /&gt;Kepercayaan Kepala distrik Sorong timur terhadap anggota BKM di buktikan dengan memberikan insentif atau bantuan dalam bentuk dana. Sebagai lembaga baru BKM menyambut bantuan tersebut, bantuan tersebut tentu sangat berarti, terutama karena ke depan sangat banyak yang harus dipersiapkan dalam rangka mencapai visi dan misi BKM.&lt;br /&gt;Mendapat kepercayaan dan bantuan dana segar dari Kepala DIstrik Sorong Timur, Badan Keswadayaan Masyarkat (BKM) Klasaman seolah memiliki amunisi dan energi baru. Dana segar tersebut di berikan Kepala Distrik Sorong Timur saat anggota BKM Klasaman menemui beliau dalam rangka memperkenalkan anggota BKM, walaupun sebenarnya mayoritas anggota BKM sudah di kenal Kepala Distrik, karena anggota BKM Klasaman banyak yang menjabat ketua RW atau RT. Namun sebagai lembaga baru yang berada di tingkat kelurahan ada baiknya untuk memperkenalkan kepengurusan dan kedudukan di mulai di tingkat kelurahan dan distrik, bahkan sampai ke walikota selaku pimpinan tertinggi di tingkat kota.&lt;br /&gt;Seiring dengan perjalanan waktu, BKM yang mulai melakukan kegiatan tantu banyak peristiwa yang menarik bahkan yang mengkhawatirkan BKM sebagai kumpulan berberapa orang yang tidak saling mengenal sebelumnya. Hal yang mengkhawatirkan terutama dalam pengelolaan dana bantuan dari Kepala Distrik Sorong Timur. Bantuan tersebut menjadi ujian pertama yang di hadapi anggota BKM. Berberapa hal yang tidak diharapkan terjadi, seperti adanya kecurigaan di antara berberapa anggota.&lt;br /&gt;Kecurigaan itu mencapai puncaknya saat koordinasi yang diadakan mendadak pada hari minggu 27 November 2006 (koordinasi rutin BKM sesuai jadwal hari Sabtu sore), sehari setelah koordinasi rutin. Koordinasi itu menjadi ajang berberapa anggota BKM untuk melihat laporan keuangan dan meneliti pengeluaran. Sungguh sangat di sayangkan peristiwa itu, adanya kecurigaan sangat jelas terlihat, salah satunya dengan di periksa nya semua item pengeluaran oleh sebagian anggota BKM (dengan dalih keterbukaan/transparansi).&lt;br /&gt;Setelah pelaporan keuangan selesai dan saat memasuki acara lain-lain, saya selaku fasilitator minta waktu berbicara. Kesempatan yang ada saya manfaatkan untuk mencoba membangkitkan lagi semangat kebersamaan. Saya mengajak kejadian ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat berarti, bahwa uang memang BKM butuhkan namun uang juga bisa membuat kita saling curiga, dan saling tidak percaya. Saya mengajak untuk mencoba saling memafkan kesalahan dan terbuka terutama mengenai keuangan yang ada dan jangan jadikan uang sesuatu yang menghancurkan cita-cita mulia kita untuk membantu masyarakat.&lt;br /&gt;Kalau ditelusuri lagi ke belakang saat Kepala Distrik memberikan dana sejumlah Rp. 1000.000 (satu juta rupiah) saya dan koorkot yang pada waktu pertemuan itu hadir sangat bangga dan besar sekali harapan bahwa dana tersebut dapat membantu kegiatan anggota BKM melangkah. Namun dengan berjalannya waktu dan apa yang terjadi dalam anggota BKM menyurutkan semangat dan menimbulkan rasa kecewa yang mendalam. Selama ini saya berharap dana tersebut dapat menambah atau memperkokoh komitmen dan semangat anggota BKM, ternyata saya keliru justru dana tersebut menimbulkan sedikit persoalan.&lt;br /&gt;Kejadian tersebut tidak membuat saya dan anggota BKM menyesali dan terus menerus menyalahkan salah satu fihak, tetapi saya mencoba mengajak anggota BKM melupakan dan bersikap wajar agar tidak menjadi persoalan berlarut-larut. Kejadian tersebut adalah ujian pertama anggota BKM, karena ini suatu ujian tantu akan memunculkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama jika anggota BKM mampu mengatasi ujian ini dan mau belajar dari ujian ini, tentu akan membuahkan hasil yang berarti dan BKM ATAA (Persauadaraan, bahasa Papua) memiliki pengalaman yang berharga. Kemungkinan ke dua, jika anggota BKM gagal dan anggota BKM larut dalam saling curiga an tidak percaya, tentu akan menimbulkan ketidak harmonisan dan persinggungan terutama antar sesama anggota BKM.&lt;br /&gt;Sebagai fasilitator saya sangat tidak berharap jika kemungkinan ke dua yang terjadi, dan saya berdoa di setiap selesai sholat agar hati anggota BKM menjadi satu kembali. Saya berharap kebersamaan yang baru di bina menjadi mekar kembali dan akan menimbulkan bau yang harum bagi masyarakat dan sesama anggota BKM. Saya juga yakin kalau semua anggota BKM yang terpilih tidak ada yang mengkhendaki hal di atas terjadi. Saya juga berkeyakinan kejadian ini akan segera dilupakan dengan tidak ada keinginan unutuk mengulangi kembali. Semoga kejadian di atas benar-benar menjadi sebua pelajaran yang sangat berharga, dan saya sekali lagi yakin anggota BKM akan menjadikan pengalaman ini sebagai guru. Saya ingat pepatah kalau pengalaman adalah guru yang terbaik. Persaudaraan akan terjadi kembali di dalam anggota BKM, seperti harapan semula sewaktu anggota BKM memberikan nama ATAA (persaudaraan, bahasa suku MOI, Papua) untuk nama BKM. Harapan saya bahwa yang mengawali atau yang mempunyai ide agar keuangan tersebut di beritahukan di depan semua anggota BKM, tidak sedikitpun mempunyai keinginan untuk mempermalukan atau menuduh orang lain. Keinginan tersebut semata karena ingin adanya kerjasama yang baik antara semua anggota BKM. Selamat bekerja anggota BKM Klasaman mari kita singkirkan semua yang apat menyebabkan kita tidak saling percaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HEWAN PELIHARAAN PUN MENJADI SAKSI&lt;br /&gt;(Saat Refleksi Kemiskinan RW VIII Klademak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi refleksi kemiskinan di RW VIII Kelurahan Klademak berjalan lancar walaupun waktu yang di janjikan sempat tertunda. Waktu semula direncanakan pada jam 16.30 WIT namun karena sampai waktunya belum ada yang hadir, sementara tim faskel sudah datang, ketua RW pak Agustinus Srauns berbisik “sebentar ya pak saya akan panggil warga untuk datang”. Berberapa menit pak Agustinus berteriak memanggil warga dengan suara yang keras dan semakin lama semakin meninggi. Karena teriakan ketua RW warga yang mendengar, satu persatu bermunculan dan berkumpul di sekitar rumah ketua RT 04 bapak Mesakh Salossa.&lt;br /&gt;Setelah dirasakan warga yang hadir sudah cukup untuk melakukan diskusi, saya menghampri ketua RW yang sedang membaca bahan diskusi. Bagaimana bapak, acara bisa dimulai kah. Mari sudah (jawab ketua RW) kita mulai saja masyarakat masih banyak di kebun biar nanti yang datang membuat kelompok lain. Kemudian saya menghampiri relawan dan meminta untuk membagi warga berdasarkan RT masing-masing, dan sesuai dengan kondisi ekonomi mampu atau tidak mampu menurut relawan. Setelah terbagi menjadi 2 kelompok mampu dan kelompok yang tidak mampu relwan yang hadir melebur dalam kelompok yang ada.&lt;br /&gt;Peserta yang ikut diskusi menjawab pertanyaan pancingan dan lontaran relawan dengan semangat. Tidak jarang terjadi perdebatan antar peserta, saat di tanyakan perbedaan orang yang mampu dan yang tidak mampu. Peserta yang satu mengatakan bahwa salah satu perbedaan dilihat dari kepemilikan rumah dan hewan peliharaan seperti babi dan lain-lain. Menurutnya orang yang mampu rumahnya memiliki penerangan PLN dan babinya banyak. Peserta yang lain kurang setuju karena menurutnya lampu dan babi itu tidak bisa menjadi ukuran mampu seseorang, karena bisa jadi lampu dipasang berberapa tahun yang lalu saat masih belum terlalu mahal dan saat pasir masih belum banyak saingan (RW VIII Klademak merupakan daerah yang mempunyai tambang pasir) sementara sekarang penambang pasir sudah banyak. Kedua katanya meneruskan babi yang dimiliki itu jarang juga kita jual, kalupun dijual untuk keperluan anak sekolah dan untuk memenuhi tuntutan budaya atau adat perkawinan dan lain-lain&lt;br /&gt;Diskusi memang cukup menarik dan yang lebih menarik lagi saat pembicaraan mengenai hewan peliharan tersebut, babi dan anjing banyak berkeliaran di sekitar tempat diskusi. Saya bertanya kepada salah satu peserta, babi yang itu (saya menunjuk yang lagi bunting) kira –kira kalau dijual berapa harganya ?, jawab mereka kalau sebesar itu sekarang lagi mahal bisa sampai 700 ribu rupiah, terutama menjelang natal. Saya bertanya bukankah setiap rumah memelihara babi, karena begitu banyak babi yang berkeliaran di sini. Mereka menjawab tidak semua memiliki, bahkan katanya babi itu hanya dimilki segelintir orang saja.&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai hewan peliharaan tersebut memang menimbulkan sikap yang berbeda, warga ada yang tidak menyetujui jika hewan itu berkeliaran, seperti yang terungkap saat sosialisasi di kantor lurah Klademak. Namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena menurut mereka belum ada larangan yang tegas dari pemerintah. Kalau di perkampungan seperti ini ada yang beranggapan hewan itu tidak terlalu mengganggu tetapi jika di perkebunan warga, hewan itu merusak semua tanaman yang dimiliki warga. Karena belum ada larangan yang tegas dan persamaan sikap terhadap hewan-hewan tersebut, wajar jika kita berjalan di perkampungan di Kelurahan Klademak akan menemukan banyak sekali babi dan anjing yang berkeliaran.&lt;br /&gt;Persoalan hewan peliharaan warga memang menjadi topic menarik saat diskusi berlangsung, dan ungkapan tentang banyaknya hewan yang berkeliaran tersebut belum berhubungan langsung dengan penyebab kemiskinan di wilayah tersebut. Dan semua peserta diskusi tidak sadar kalau pembicaran ditonton langsung oleh hewan yang berkeliaran di samping peserta, sayang hewan tersebut tidak bisa memberikan tanggapan apalagi protes kalau sedang di bicarakan, hewan tersebut hanya menjadi saksi nyata saat warga berdiskusi mencari rumusan tentang kemiskinan dan mencari jalan keluar dari kemiskinan.&lt;br /&gt;Hewan tersebut cukup beruntung kalau masyarakat tidak merumuskan kerusakan lingkungan di sekitar karena ulah dari hewan yang berkeliaran di mana-mana. Walaupun mungkin masyarakat menyadari kalau banyak tanaman yang di rusak oleh hewan tersebut. Tetapi masyarakat belum bisa berbuat banyak selagi belum ada kesepakatan bersama perlakuan tentang hewan-hewan yang berkeliaran tersebut.&lt;br /&gt;Masa yang akan datang mulai harus di pertimbangkan dengan banyaknya hewan yang berkeliaran di perkampungan di Kelurahan Klademak. Bukan suatu hal yang mustahil suatu saat hewan tersebut akan menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit, yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat yang lebih layak. Sekarang warga belum merasakan langsung dampak berkeliaran hewan-hewan tersebut. Tetapi nanti ada saatnya akan datang hewan tersebut menimbulkan persoalan. Kapan saat itu tiba kita tunggu saja, setahun, dua tahun, sepuluh tahun atau bahkan dalam waktu yang tidak ditentukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MASYARAKAT PAPUA TARADA (TIDAK ADA ) YANG MISKIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Kemiskinan di RW III&lt;br /&gt;Kelurahan Klasaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya dan teman-teman lagi makan malam di warung langganan yang lokasinya dekat kantor, tiba-tiba ponsel saya berdering. Hallo, selamat malam, kata saya sambil tidak berhenti mengunyah nasi. Malam pak jawab suara di seberang ponsel saya. Maaf pak malam ini kita ada FGD (Focus Group Discusi) Refleksi Kemiskinan, bapak bisa hadir kah, karena relawan yang datang hanya saya sendiri sementara peserta kira-kira bisa di bagi menjadi tiga kelompok. Kemudian saya balik bertanya jam berapa acaranya, sekarang pak, dong (mereka, dalam bahasa Papua) su (sudah, dalam bahasa Papua) kumpul. Ya baik saya kesana, bergegas saya menyelesaikan acara makan malam, sementara teman-teman tetap menikmati hidangan yang ada, saya pamit ke teman-teman untuk menuju ke lokasi (itulah fasilitator, layaknya seorang dokter kandungan yang di panggil pasiennya karena segera mau melahirkan).&lt;br /&gt;Setibanya di lokasi saya melihat orang sudah berkumpul, saya masuk dan langsung menyapa dengan salam orang Papua yaitu selamat malam, malam jawab mereka. Setelah berbasa-basi sedikit dengan relawan dan ketua RT, relawan mengatakan kalau acara di mulai saja, ya silakan kata saya.&lt;br /&gt;Sebelum diskusi di mulai, relawan menjelaskan tentang P2KP dan tujuan kita mengadakan pertemuan malam ini. Saat relawan menyebutkan kata miskin, yang sering di rangkaikan dengan refleksi kemiskinan, salah seorang mengintrupsi dan dengan nada sedikit marah dia mengatakan bahwa kita orang Papua tidak ada yang miskin. Relawan kemudian memberikan pengertian seperti yang di dapatkan saat pelatihan, namun orang tersebut tetap tidaksetuju dan tidak mau mendengar lagi kata-kata miskin tersebut. Orang tersebut mencontohkan bahwa di Papua sangat kaya akan Sumber Daya Alam(SDA), emas, perak, dan tanah yang luas. Relawan mendapatkan kesulitan memberikan pengertian yang di maksud dengan kata miskin tersebut, dan ia melirik ke saya kemudian berkata mungkin fasilitator bisa menambahkan atau menjawab keinginan bapak satu ini.&lt;br /&gt;Setelah ada kesempatan maka saya mencoba untuk menjelaskan bahwa kita membahas kemiskinan bukan dalam rangka untuk mengolok-olok atau menghina orang miskin, atau bukan ingin mengatakan bahwa orang Papua miskin. Tetapi kita ingin menggugah kepedulian kita bahwa di lingkungan kita ada orang yang tidak mampu untuk makan secara baik (apakah 3 kali sehari ), ada orang di sekitar kita untuk mendapatkan air bersih butuh waktu, tenaga bahkan uang. Ada juga orang di sekitar kita yang belum menikmati listrik , ada yang tidak mampu sekolah sampai ke jenjang yang tinggi. Walaupun kita tahu tanah Papua luas tetapi kita pun tahu tanah tersebut ada yang punya dan kita tidak bisa sembarang untuk memiliki. Semua juga tahu kalau kita ingin membangun di tanah manapun tentunya kita harus membeli tanah tersebut, sementara masih banyak di lingkungan kita yang tidak punya uang apalagi modal. Hal-hal itulah yang ingin kita ketahui di sekitar kita, dengan mencoba untuk merumuskan bersama tentang kemiskinan atau penyebab masih ada orang yang tidak beruntung atau orang yang kurang mampu. Dengan penjelasan yang singkat itu yang bertanya dan peserta yang lain sepintas bisa menerma.&lt;br /&gt;Ruangan sempat menjadi hening sebentar, masyarakat seperti mencoba merenungkan apa yang di bahas, atau masyarakat sudah mengantuk karena waktu sudah menunjukann jam 21.00 WIT dan diskusi masih belum dimulai. Melihat kondisi yang tenang relawan tadi akhirnya berkata, kalau begitu untuk tidak membuang waktu, mari mulai diskusi dengan peserta di bagi tiga kelompok.&lt;br /&gt;Orang Papua ternyata tidak bersedia jika disebut orang miskin, karena anggapan mereka orang miskin adalah orang yang tidak bisa makan, mengemis, tidur di bawah jembatan seperti yang tergambar di Jawa lewat media massa atau elektronik. Namun ada yang tak kalah menariknya saat saya menanyakan jika ada bantuan khusus untuk orang yang miskin kira-kira bapak dan ibu mau tidak mendapat bantuan tersebut. Jawaban dari semua peserta yang hadir tersebut adalah mau, kami warga Papua mau dan layak mendapat bantuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;BKM ”KU” SAYANG, BKM “KU” ………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Klasaman terdiri dari bermacam suku, usia dan profesi. Perbedaan ragam anggota yang tergabung dalam keanggotaan BKM tentu akan menjadi corak sendiri.. Suku, umur dan latar belakang seseorang tentu akan mempengaruhi karakter dalam diri sesorang, shingga perbedaan karakter pun harus di pahami oleh semua anggota BKM yang terpilih agar perjalanan dalam mencapai tujuan BKM sebagai sebuah organisasi tidak menghadapi persoalan berarti.&lt;br /&gt;Tujuan yang khendak di capai BKM tidak mungkin terjadi jika sesama anggota BKM tidak prnah melakukan kegiatan dalam bentuk pertemuan yang rutin. Pertemuan yang dijadwalkan secara rutin diharapkan menghasilkan sebuah komitmen, dan ide yang ada pada satu orang akan menjadi sebuah bahan diskusi untuk dilaksanakan secara bersama. Berangkat dari peemikiran tersebut BKM Klasaman menjadwalkan pertemuan rutin dalam rangka menggagas atau mengevaluasi kegiatan, di sepakati pertemuan rutin atau koordinasi dilaksanakan pada hari Sabtu pada jam 16.00 WIT, brtempat di secretariat.&lt;br /&gt;Koordinasi dalam membahas persoalan yang berkaitan dengan kegiatan selanjutnya membuat anggota yang satu dan lainnya saling mengenal. Anggota yang satu mulai mengenali karakter anggota yang lain, terkadang tidak jarang karakter anggota yang satu menjadi persoalan bagi anggota yang lain. Karakter seseorang terkadang tidak terkontrol di hadapan orang lain sehingga ada anggapan bahwa si “A” tidak bisa menyesuaikan diri, bahwa si A tadi terbawa saat berkumpul sesama sukunya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh orang batak yang kalau bicara selalu membawa nama hewan seperti “Babi, Anjing, dan lain-lain” (komplit seperti kebun binatang). Kalau pak Simbolon (orang batak satu ini) sudah bicara, terkadang saya hanya tersenyum dan melirik yang bisa dilirik sambil menunggu kapan kata-kata tersebut keluar. Berbeda dengan saya yang telah mengerti dan memahami pak Simbolon, tidak begitu dengan ibu Farida yang asli orang Bugis, sempat ibu ini mnjadi takut dengan apa yang dibicarakan pak Simbolon. Ibu Farida tidak sendiri, di sana ada pak Suyono orang Jawa yang brfrofesi sebagai guru, pak Suyono sedikit kaget dengan apa yang di dengar (muda-mudahan hanya sedikit dan tidak menerus).&lt;br /&gt;Kondisi di atas tidak berlangsung lama, satu sama lain mencoba memahami latar belakang masing-masing. Sesuai dengan perjalanan waktu banyak hal akhirnya dapat dipahami bersama. Setelah selesai dengan persoalan suku timbul hal lain menjadi persoalan, walaupun tidak sehebat kesukuan.&lt;br /&gt;Usia yang berbeda jauh ternyata menimbulkan persoalan tersendiri, berberapa orang anggota BKM yang sudah berumur, yang seharusnya cukup matang dalam pengendalian diri. Sikap anggota yang berumur ternyata sangat emosional, sangat berbeda dengan umurnya. Sebut pak Mamoribo usia sudah 64 tahun asli orang Papua, kalau berbicara nadanya cepat sekali meninggi dan kalau bicara tidak lupa dengan menggerakan tangan ke lawan bicara (bisa di bayangkan kalau orang tidak kenal). Kalau sudah begitu anggota lain harus menyabarkannya dan tidak meneruskan topic pembicaraan sebelum ia dingin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Satu lagi anggota BKM yang sudah cukup berumur, namanya pak Mstafa umur 54 tahun, berbeda dengan pak Mamoribo pak Mustafa kalau berbicara sangat berwibawa, dan sangat menyetuh. Jalan keluar yang ditawarkan sangat bijak (maklum namanya orang tua), dan sangat mendukung anak muda mengambil sikap yang cepat dan tepat. Faktor usia dan banyak kegiatan keseharian membuat bapak ini sering lupa apa yang sudah di putuskan. Artinya apa yang sudah di sepakati, terlupakan oleh beliau, sehingga sering terjadi kesalahan informasi. Sebagai contoh suatu saat anggota sepakat untuk memutuskan nama Unit Pelaksana (UP) yang telah mendaftar dan pak Mustafa di minta saran terutama mengenai nama mana yang akan di terima. Berbagai pertimbangan ia lontarkan, dan anggota sepakat mengikuti berberapa petuahnya. Sehari berselang setelah keputusan di ambil, beliau telepon saya dan meminta soal untuk mengetes berberapa orang yang mendaftar lagi untuk UP. Bisa di bayangkan bagaimana cara terbaik menjawab teleponya untuk tidak menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;Lain lagi anggota perempuan yang berasal dari Ambon, namanya Leni Ualahayanan umur 38 tahun, masih muda dan masih energik lah (anak sudah tiga). Setiap koordinasi selalu berusaha untuk hadir kalau bukan ada halangan yang penting. Terlalu energiknya terkadang di salah artikan oleh anggota yang lain terutama yang usia tua. Maksudnya baik agar semua proses cepat, sehingga tidak jarang ia main tunjuk. Terkadang yang di tunjuk adalah orang yang berumur, karena sudah tua terkadang yang ditunjuk tidak bersedia dengan berbagai alasan misalnya karena repot dan lain-lain. Kalau yang ditunjuk tidak bersedia dan ibu kita terdesak, sehingga ia menawarkan diri, menurutnya prosedur menawarkan sudah dilakukan. Pertama semua setuju, namun kesempatan lain terutama yang tua melontarkan bahwa setiap orang tidak boleh menonjolkan diri sendiri, kontan ibu kita tersinggung. Kata “menonjolkan diri” tersebut tidak diterima ibu kita, setelah pulangpun tetap dalam kondisi marah (tidak menerima). Sehingga sempat muncul niat dan disampaikan ke anggota lain kalau ibu kita akan mengundurkan diri dari anggota BKM.&lt;br /&gt;Melihat gelagat dan ancaman serius saya berusaha meredam dan mencoba mendinginkan ibu kita berberapa hari berselang dari pertemuan “maut” itu. Setelah berbicara panjang lebar saya tidak bertanya apakah ibu tetap berniat untuk mundur dari anggota BKM, tetapi langsung saya sodorkan tugas untuk ke Notaris, ternyata di sambut dengan baik, saya tidak tahu apakah ibu kita akan mundur atau tidak, kita semua tidak perlu tahu.&lt;br /&gt;Sementara ini baru nama-nama itu yang dapat di ceritakan, dan anggota BKM Klasaman berjumlah 13 orang. Cerita ini menimbulkan sikap dan penilaian tersendiri bagi setiap orang terutama bagi saya yang selalu setia mendampingi anggota BKM ini. Terkadang saya larut dalam lamunan dan terucap BKM KU sayang , BKM KU sayang, BKM KU sayang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-117611198775590347?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/117611198775590347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=117611198775590347' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/117611198775590347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/117611198775590347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2007/04/pagi-buta-mereka-mencoblos-memilih_09.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-117611188731638288</id><published>2007-04-09T02:41:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T02:44:47.870-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PAGI BUTA MEREKA MENCOBLOS (MEMILIH TIGA NAMA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan utusan tingkat RT memang semarak dan ada saja hal yang menarik untuk di ceritakan, salah satunya adalah pemilihan utusan di tingkat RT pada RW I Kelurahan Klasaman. Pemilihan di laksanakan di saat orang lain masih menikmati rasa kantuk, atau masih tiduran karena masih terlalu pagi untuk beraktifitas, yaitu jam 06.30 WIT. Karena pemilihan di mulai pagi hari jadi pada jam 07.15 WIT sudah bisa di adakan penghitungan suara.&lt;br /&gt;Kisahnya sederhana kenapa pemilihan di RT 06 ini sangat di luar kebiasaan di RT-RT lain. Pada hari minggu, Tanggal 08 Oktober 2006 di jadwalkan pemilihan tingkat RT di RW I. Untuk mempercepat dan tidak terlalu merepotkan, panitia sepakat pemilihan di RW I bersamaan harinya dan di tempat yang sama. RW I terdiri dari 6 RT, masing-masing RT telah mempersiapkan panitia dan kartu untuk di ambil setiap pemilih. Setelah saya perhatikan peserta dari RT 6 hanya ada 3 orang, yaitu Bapak RT (Opie), Bapak Marthen, dan bapak Albert. Kemudian saya bertanya ke panitia Bapak Melki Osok, pak, RT 6 warganya di undang kah untuk mengikuti pemilihan hari ini, ya katanya, semua ketua RT sudah di beritahukan untuk mengikuti pemilihan hari ini.&lt;br /&gt;Setelah mendapat penjelasan dari bapak Melki saya menunggu berberapa saat, mungkin saja banyak warga RT 06 yang belum sempat hadir atau menunggu suasana agak dingin atau mulai teduh atau waktu sore. Maklum pemilihan di laksanakan jam 13.00 WIT setelah warga selesai sembayang di gereja, karena RW I mayoritas Kristen. Jam 13.40 saya lihat masyarakat sudah banyak yang berkumpul dan saya persilakan pak Melki selaku panitia pemilihan tingkat RW untuk membuka dan memberikan sedikit penjelasan tentang tata cara pemilihan.&lt;br /&gt;Suara pak melki yang lantang membuat suara tersebut terdengar dengan jelas oleh masyarakat. Bapak Melki menjelaskan tata cara pemilihan sambil menyuruh sesorang untuk memperagakan dan kemana setiap orang memasukan suaranya ke kotak yang di sediakan berdasarkan RT masing-masing. Karena pada saat pemilihan di RW I hadir bapak Saleh selaku pematau di tingkat Kelurahan, saya meminta agar bapak Saleh duduk di meja dekat pengambilan kartu suara.&lt;br /&gt;Pemilihan masih berlangsung saya melihat dari RT 06 jumlah yang hadir masih sedikit sekali, saya menghampiri bapak RT 06 dan menanyakan kemana warga RT 06 yang akan mengikuti pemilihan hari ini. Kebingungan bapak RT menjawab bahwa menurut informasi dari panitia bahwa hari ini hanya akan memilih 3 orang dari RW I yang nanti akan di utus mengikuti pemilihan tingkat Kelurahan. Karena saya melihat ada kesalahan dalam menerima informasi dan saya berunding ke panitia bagaimana untuk RT 06 yang tempatnya terpisah dengan RT-RT yang ada di RW I dilaksanakan sendiri saja. Bapak melki setuju tapi kalau bisa secepatnya agar pemilihan di tingkat kelurahan tidak mengalami penundaan.&lt;br /&gt;Saya menghampiri 3 orang utusan dari RT 06 dan menanyakan apakah RT 06 siap untuk mengadakan pemilihan sendiri dalam waktu dekat. Ke tiga orang yang hadir menyatakan siap dan kemudian berunding untuk menentukan waktu pemilihan. Setelah berunding mereka bertanya kepada saya, kalau besok, senin (Tanggal 09 Oktober 2006) ada RT lain yang mengadakan pemilihan tidak(agar tidak bertabrakan maksudnya). Kemudian saya melihat jadwal pemilihan, apakah hari Senin ada kegiatan pemilihan, ternyata hari senin ada pemilihan di RT 1 dan 2 di RW IV, jam pelaksanaan pagi jam 08.00 WIT dan sore nya ada pemilihan di RT 4 RW IV yaitu jam 16.00 WIT.&lt;br /&gt;Kemudian mereka bertanya bagaimana kalau kegiatan pemilihan di laksnakan pagi hari sebelum pelaksanaan di RT 1 dan 2 RW IV. Saya kemudian balik bertanya jam berapa pelaksanaannya kalau sebelum kegiatan di RW IV yang dilaksanakan pada jam 08.00 WIT, mereka dengan yakin berkata jam 06.00 WIT masyarakat sudah berkumpul dan pemilihan akan selesai sekitar jam 07.30 WIT sehingga tidak menggangu kegiatan bapak ke RW IV untuk meilhat pemilihan di sana. Sebentar saya katakana saya akan berdiskusi dulu dengan panitia apakah mereka bersedia hadir kalau sepagi itu, padahal saya pikir saya sendiri masih tidur karena setelah sholat Subuh biasanya saya tertidur lagi (tapi ini Rahasia) dan untuk konsumsi sendiri saja. Jawaban pak Melki ternyata sangat mengejutkan bahwa beliau setuju dan besok jam 06.00 WIT ia jamin sudah berada di RT 06 walau lokasi lumayan jauh dari rumahnya. Akhirnya saya katakana saya dan panitia bersedia hadir besok jam 06.00 WIT, dengan pesan mungkin saya agak telat jam 07.00 WIT baru datang dan tak perlu tunggu saya biar penitia yaitu pak Melki yang akan dahuluan, satu lagi jangan molor karena jam 08.00 WIT saya ada pmilihan di RW IV.&lt;br /&gt;Setelah makan sahur dan Sholat Subuh saya berusaha untuk tidak tidur, namun karena mata tidak kompromi saya tertidur, bangun-bangun waktu sudah menunjukan jam 06.15 WIT. Karena puasa jadi tidak repot untuk makan atau sarafan pagi, mandi dan langsung berangkat. Untung perjalanan Rumah ke lokasi tidak terlalu jauh, sekitar jam 06.45 saya tiba, benar pak melki sudah berada di lokasi menurut pak RT jam 06.00 WIT pak Melki sudah berada di lokasi bersama kami. Saya lihat masyarakat masih banyak yang berkumpul dan masih ada berberapa yang memilih. Orang yang sudah memilih ingin melihat penghitungan suara sebelum berangkat ke ladang.&lt;br /&gt;Setelah di tunggu berberapa saat tidak ada lagi masyrakat yang memilih panitia memutuskan untuk menghitung kartu suara. Kotak suara di buka panitia dan kartu suara di tumpahkan di atas meja. Setelah di periksa dan panitia mengangkat kotak menunjukan bahwa kotak sudah kosong. Penghitungan kartu suara di mulai, ternyata yang memilih sejumlah 154 orang. Panitia mencocokan jumlah suara yang masuk dengan jumlah absen yang ada, jumlahnya sama. Panitia meminta kertas besar dan spidol untuk segera menghitung.&lt;br /&gt;Penghitungan berjalan lancar ada banyak nama yang disebut, jumlah nama yang di sebut adalah 35 orang ada di antaranya wanita. Penghitungan selesai dan kelihatan jumlah perolehan suara terbanyak. Namun di sayangkan jumlah suara yang memilih perempuan sangat sedikit. Berikut nama dan perolehan suara di RT 06 :&lt;br /&gt;1. Marthn Sagisolo Jumlah 55 suara&lt;br /&gt;2. Albert Kaliele Jumlah 48 suara&lt;br /&gt;3. Daud Marar Jumlah 20 suara&lt;br /&gt;Dan sisanya rata-rata 6 dan ada yang hanya mendapatkan 1 suara, ya itulah namanya pemilihan dan di P2KP setiap orang bisa saja memilih peribadinya sendiri asal dirasanya termasuk orang yang jujur, baik, ikhlas dan bertanggunga jawab.&lt;br /&gt;Jam 08.05 WIT penghitungan selesai dan saya segera menuju pemilihan di RT berikutnya, coblos lagi-coblos lagi, pilih lagi-pilih lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KITONG (KITA SEMUA) MISKIN KARENA. ..................................?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaaan Refleksi Kemiskinan di RW IV Kelurhan Klasaman sesuai jadwal yang disepakati tim faskel dan relawan adalah hari Sabtu, 2 September 2006 jam 08.00 WIT (karna mayoritas warga adalah petani), bertempat di rumah ketua RT, tepatnya di RT 01. RW IV terdiri dari 6 RT, 4 RT sudah dilaksanakan berberapa hari yang lalu. Sesuai jam yang direncanakan tim faskel hadir, belum ada warga yang hadir, tetapi bapak Zet Malaseme selaku ketua RT telah mempersiapkan tempat sejak pagi-pagi sekali. Saya menyampaikan salam ke ketua RT, dan langsung dipersilakan masuk ruangan yang akan dipakai. Wah maaf ini pak, sudah jam 08.00 WIT warga belum ada yang muncul. Tidak apa-apa pak kita tunggu saja, tapi undangan sudah disebar relawan pak tanya saya?. Ya semua undangan sudah disebar dan saya yang menanda tangani, barusan saya suda toki (pukul, bahasa Papua) lonceng agar warga kumpul, jawab nya, jumlahnya yang di undang juga banyak, yaitu 40 orang.&lt;br /&gt;Sekitar 10 menit tim faskel menunggu, warga mulai berdatangan tetapi masih berdiri dan bercerita satu sama lain di luar. Melihat kondisi itu saya berbisik ke ketua RW bagaimana kalau kita minta masuk semua warga yang sudah hadir. Kita tunggu lagi sebentar lagi saja jawab pak Zet, karena warga masih terlalu sedikit selain itu relawan juga belum terlihat. Jam 08.20 WIT, gantian ketua RW yang berbisik ke saya, sudah pak kita mulai saja, itu relawan sudah datang dan warga yang terlambat biar menyesuaikan saja. Baik pak karena waktu mulai siang jangan sampai warga tidak bisa ke ladang nantinya.&lt;br /&gt;Sebelum diskusi di mulai, ketua RW membacakan susunan acara terlebih dahulu, salah satu acaranya adalah sosialisasi tentang Refleksi Kemiskinan oleh relawan yang ada. Relawan menyampaikan teknis nanti dalam berdiskusi terutama karena di ruangan yang hadir terdiri dari 2 RT, jadi nanti diharapkan warga duduk berdasarkan RT masing-masing.&lt;br /&gt;Mengingat waktu mulai siang diskusi dimulai, namun warga dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing RT terbagi 2 kelompok. Relawan memandu yang didampingi fasilitator. Saat peserta di tanyakan perbedaan antara orang miskin dengan orang yang mampu, jawaban mereka sangat sederhana yaitu kalau orang yang kaya adalah yang menjadi pegawai negeri. Sementara kalau orang yang menjadi petani adalah orang yang tidak mampu.&lt;br /&gt;Jawaban yang dilontarkan peserta dalam kelompok tersebut sangat sederhana, kemudian saya bertanya bagaimana dengan pegawai negeri yang mempunyai golongan 1 dan anaknya banyak. Walaupun dengan analogi seperti itu tetapi dalam fikiran peserta jika pegawai negeri termasuk orang yang mampu. Karena peserta yang lainpun sepakat bahwa salah satu yang membedakan orang mampu dan tidak mampu dilihat dari statusnya sebagai pegawai negeri atau bukan pegawai negeri. Diskusi berkembang sehingga muncul hal lain yang menjadi pembeda orang mampu dan yang tidak mampu, seperti rumah tidak layak, dan tidak punya kerjaan tetap.&lt;br /&gt;Saat peserta di tanyakan mengapa mereka menjadi miskin. Seorang bapak kemudian angkat bicara bahwa warga kami miskin ini karena ulah pemerintah yang tidak pernah memperhatikan kami tarutama petani (bapak ini pensiunan). Bapak tadi mencontohkan apa yang ada dilingkungan kami sekarang ini semata-mata karena keswadayaan kami. Bapak-bapak bisa lihat sendiri bahwa kami mayoritas keluarga petani, seharusnya pemerintah memberikan kami pelatihan dan penyuluhan bagaimana cara bercocok tanam yang baik seperti orang seberang (Orang Jawa, red). Seharusnya pemerintah memberi bantuan pupuk agar apa yang kami tanam benar-benar baik. Karena ketidak pedulian pemerintah itulah kami tetap dalam kehidupan seperti sekarang ini. Peserta yang lain setuju apa yang di sampaikan tersebut. Lihatlah bagaimana warga kami kalau bercocok tanam tidak ada yang khusus menanam satu tenaman di tempat tertentu dan dengan perawatan benar, tetapi lebih cendrung asal tanaman dan akhirnya kalau gagal berpindah tempat, di lahan lain seperti itu juga.&lt;br /&gt;Semangat bapak tersebut cukup bagus dan beliau memberikan contoh dari dinas pertanian yang tidak pernah bersedia terjun langsung berbeda dengan berberapa tahun yang lalu (si bapak menyebut satu nama tapi saya lupa namanya), sekarang pegawai pertanian walaupun sudah di minta untuk datang tetapi tetap tidak bersedia datang. Harapan kami bapak mau menjembatani antara keinginan kami untuk mendapat pengetahuan berrtani yang baik (terutama yang petani).&lt;br /&gt;Keinginan warga sebenarnya sederhana, yaitu mendapatkan perhatian dari pemerintah baik dalam bentuk pelatihan atau bentuk penyuluhan yang dapat membantu merubah cara atau pola bertani yang di rasa kurang berhasil selama ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SATU JUTA RUPIAH (1000.000) MENJADI UJIAN ANGGOTA BKM KLASAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi baru atau sebuah lembaga baru seperti BKM tentu sangat membutuhkan banyak hal, yang diharapkan akan membuat lembaga tersebut kuat. BKM ibarat bayi yang baru lahir, masih sangat membutuhkan bantuan dan masukan dalam segala hal, terutama materi dan motivasional dalam rangka penyatuan gerak untuk mencapai tujuan. Apalagi BKM merupakan sebuah lembaga yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan. Artinya kemampuan anggota BKM dalam mengenal, merencanakan, memutuskan dan mengevaluasi semua kondisi dalam lingkungan sangat dinanti seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;Menyadari BKM sebagai lembaga baru yang sangat membutuhkan bantuan, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan pendanaan. Pembinaan bisa dalam bentuk pembekalan dan bantuan dalam bentuk dana, tentu akan meningkatkan kemampauan dan kepercayaan yang dibutuhkan anggota. Kemampuan dan kepercayaan BKM sebagai lembaga merupakan sebuah modal awal yang nanti bisa mempercepat gerak anggota dalam membantu masyarakat keluar dari persoalan yang dihadapi.&lt;br /&gt;Kepercayaan Kepala distrik Sorong timur terhadap anggota BKM di buktikan dengan memberikan insentif atau bantuan dalam bentuk dana. Sebagai lembaga baru BKM menyambut bantuan tersebut, bantuan tersebut tentu sangat berarti, terutama karena ke depan sangat banyak yang harus dipersiapkan dalam rangka mencapai visi dan misi BKM.&lt;br /&gt;Mendapat kepercayaan dan bantuan dana segar dari Kepala DIstrik Sorong Timur, Badan Keswadayaan Masyarkat (BKM) Klasaman seolah memiliki amunisi dan energi baru. Dana segar tersebut di berikan Kepala Distrik Sorong Timur saat anggota BKM Klasaman menemui beliau dalam rangka memperkenalkan anggota BKM, walaupun sebenarnya mayoritas anggota BKM sudah di kenal Kepala Distrik, karena anggota BKM Klasaman banyak yang menjabat ketua RW atau RT. Namun sebagai lembaga baru yang berada di tingkat kelurahan ada baiknya untuk memperkenalkan kepengurusan dan kedudukan di mulai di tingkat kelurahan dan distrik, bahkan sampai ke walikota selaku pimpinan tertinggi di tingkat kota.&lt;br /&gt;Seiring dengan perjalanan waktu, BKM yang mulai melakukan kegiatan tantu banyak peristiwa yang menarik bahkan yang mengkhawatirkan BKM sebagai kumpulan berberapa orang yang tidak saling mengenal sebelumnya. Hal yang mengkhawatirkan terutama dalam pengelolaan dana bantuan dari Kepala Distrik Sorong Timur. Bantuan tersebut menjadi ujian pertama yang di hadapi anggota BKM. Berberapa hal yang tidak diharapkan terjadi, seperti adanya kecurigaan di antara berberapa anggota.&lt;br /&gt;Kecurigaan itu mencapai puncaknya saat koordinasi yang diadakan mendadak pada hari minggu 27 November 2006 (koordinasi rutin BKM sesuai jadwal hari Sabtu sore), sehari setelah koordinasi rutin. Koordinasi itu menjadi ajang berberapa anggota BKM untuk melihat laporan keuangan dan meneliti pengeluaran. Sungguh sangat di sayangkan peristiwa itu, adanya kecurigaan sangat jelas terlihat, salah satunya dengan di periksa nya semua item pengeluaran oleh sebagian anggota BKM (dengan dalih keterbukaan/transparansi).&lt;br /&gt;Setelah pelaporan keuangan selesai dan saat memasuki acara lain-lain, saya selaku fasilitator minta waktu berbicara. Kesempatan yang ada saya manfaatkan untuk mencoba membangkitkan lagi semangat kebersamaan. Saya mengajak kejadian ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat berarti, bahwa uang memang BKM butuhkan namun uang juga bisa membuat kita saling curiga, dan saling tidak percaya. Saya mengajak untuk mencoba saling memafkan kesalahan dan terbuka terutama mengenai keuangan yang ada dan jangan jadikan uang sesuatu yang menghancurkan cita-cita mulia kita untuk membantu masyarakat.&lt;br /&gt;Kalau ditelusuri lagi ke belakang saat Kepala Distrik memberikan dana sejumlah Rp. 1000.000 (satu juta rupiah) saya dan koorkot yang pada waktu pertemuan itu hadir sangat bangga dan besar sekali harapan bahwa dana tersebut dapat membantu kegiatan anggota BKM melangkah. Namun dengan berjalannya waktu dan apa yang terjadi dalam anggota BKM menyurutkan semangat dan menimbulkan rasa kecewa yang mendalam. Selama ini saya berharap dana tersebut dapat menambah atau memperkokoh komitmen dan semangat anggota BKM, ternyata saya keliru justru dana tersebut menimbulkan sedikit persoalan.&lt;br /&gt;Kejadian tersebut tidak membuat saya dan anggota BKM menyesali dan terus menerus menyalahkan salah satu fihak, tetapi saya mencoba mengajak anggota BKM melupakan dan bersikap wajar agar tidak menjadi persoalan berlarut-larut. Kejadian tersebut adalah ujian pertama anggota BKM, karena ini suatu ujian tantu akan memunculkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama jika anggota BKM mampu mengatasi ujian ini dan mau belajar dari ujian ini, tentu akan membuahkan hasil yang berarti dan BKM ATAA (Persauadaraan, bahasa Papua) memiliki pengalaman yang berharga. Kemungkinan ke dua, jika anggota BKM gagal dan anggota BKM larut dalam saling curiga an tidak percaya, tentu akan menimbulkan ketidak harmonisan dan persinggungan terutama antar sesama anggota BKM.&lt;br /&gt;Sebagai fasilitator saya sangat tidak berharap jika kemungkinan ke dua yang terjadi, dan saya berdoa di setiap selesai sholat agar hati anggota BKM menjadi satu kembali. Saya berharap kebersamaan yang baru di bina menjadi mekar kembali dan akan menimbulkan bau yang harum bagi masyarakat dan sesama anggota BKM. Saya juga yakin kalau semua anggota BKM yang terpilih tidak ada yang mengkhendaki hal di atas terjadi. Saya juga berkeyakinan kejadian ini akan segera dilupakan dengan tidak ada keinginan unutuk mengulangi kembali. Semoga kejadian di atas benar-benar menjadi sebua pelajaran yang sangat berharga, dan saya sekali lagi yakin anggota BKM akan menjadikan pengalaman ini sebagai guru. Saya ingat pepatah kalau pengalaman adalah guru yang terbaik. Persaudaraan akan terjadi kembali di dalam anggota BKM, seperti harapan semula sewaktu anggota BKM memberikan nama ATAA (persaudaraan, bahasa suku MOI, Papua) untuk nama BKM. Harapan saya bahwa yang mengawali atau yang mempunyai ide agar keuangan tersebut di beritahukan di depan semua anggota BKM, tidak sedikitpun mempunyai keinginan untuk mempermalukan atau menuduh orang lain. Keinginan tersebut semata karena ingin adanya kerjasama yang baik antara semua anggota BKM. Selamat bekerja anggota BKM Klasaman mari kita singkirkan semua yang apat menyebabkan kita tidak saling percaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;HEWAN PELIHARAAN PUN MENJADI SAKSI&lt;br /&gt;(Saat Refleksi Kemiskinan RW VIII Klademak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi refleksi kemiskinan di RW VIII Kelurahan Klademak berjalan lancar walaupun waktu yang di janjikan sempat tertunda. Waktu semula direncanakan pada jam 16.30 WIT namun karena sampai waktunya belum ada yang hadir, sementara tim faskel sudah datang, ketua RW pak Agustinus Srauns berbisik “sebentar ya pak saya akan panggil warga untuk datang”. Berberapa menit pak Agustinus berteriak memanggil warga dengan suara yang keras dan semakin lama semakin meninggi. Karena teriakan ketua RW warga yang mendengar, satu persatu bermunculan dan berkumpul di sekitar rumah ketua RT 04 bapak Mesakh Salossa.&lt;br /&gt;Setelah dirasakan warga yang hadir sudah cukup untuk melakukan diskusi, saya menghampri ketua RW yang sedang membaca bahan diskusi. Bagaimana bapak, acara bisa dimulai kah. Mari sudah (jawab ketua RW) kita mulai saja masyarakat masih banyak di kebun biar nanti yang datang membuat kelompok lain. Kemudian saya menghampiri relawan dan meminta untuk membagi warga berdasarkan RT masing-masing, dan sesuai dengan kondisi ekonomi mampu atau tidak mampu menurut relawan. Setelah terbagi menjadi 2 kelompok mampu dan kelompok yang tidak mampu relwan yang hadir melebur dalam kelompok yang ada.&lt;br /&gt;Peserta yang ikut diskusi menjawab pertanyaan pancingan dan lontaran relawan dengan semangat. Tidak jarang terjadi perdebatan antar peserta, saat di tanyakan perbedaan orang yang mampu dan yang tidak mampu. Peserta yang satu mengatakan bahwa salah satu perbedaan dilihat dari kepemilikan rumah dan hewan peliharaan seperti babi dan lain-lain. Menurutnya orang yang mampu rumahnya memiliki penerangan PLN dan babinya banyak. Peserta yang lain kurang setuju karena menurutnya lampu dan babi itu tidak bisa menjadi ukuran mampu seseorang, karena bisa jadi lampu dipasang berberapa tahun yang lalu saat masih belum terlalu mahal dan saat pasir masih belum banyak saingan (RW VIII Klademak merupakan daerah yang mempunyai tambang pasir) sementara sekarang penambang pasir sudah banyak. Kedua katanya meneruskan babi yang dimiliki itu jarang juga kita jual, kalupun dijual untuk keperluan anak sekolah dan untuk memenuhi tuntutan budaya atau adat perkawinan dan lain-lain&lt;br /&gt;Diskusi memang cukup menarik dan yang lebih menarik lagi saat pembicaraan mengenai hewan peliharan tersebut, babi dan anjing banyak berkeliaran di sekitar tempat diskusi. Saya bertanya kepada salah satu peserta, babi yang itu (saya menunjuk yang lagi bunting) kira –kira kalau dijual berapa harganya ?, jawab mereka kalau sebesar itu sekarang lagi mahal bisa sampai 700 ribu rupiah, terutama menjelang natal. Saya bertanya bukankah setiap rumah memelihara babi, karena begitu banyak babi yang berkeliaran di sini. Mereka menjawab tidak semua memiliki, bahkan katanya babi itu hanya dimilki segelintir orang saja.&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai hewan peliharaan tersebut memang menimbulkan sikap yang berbeda, warga ada yang tidak menyetujui jika hewan itu berkeliaran, seperti yang terungkap saat sosialisasi di kantor lurah Klademak. Namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena menurut mereka belum ada larangan yang tegas dari pemerintah. Kalau di perkampungan seperti ini ada yang beranggapan hewan itu tidak terlalu mengganggu tetapi jika di perkebunan warga, hewan itu merusak semua tanaman yang dimiliki warga. Karena belum ada larangan yang tegas dan persamaan sikap terhadap hewan-hewan tersebut, wajar jika kita berjalan di perkampungan di Kelurahan Klademak akan menemukan banyak sekali babi dan anjing yang berkeliaran.&lt;br /&gt;Persoalan hewan peliharaan warga memang menjadi topic menarik saat diskusi berlangsung, dan ungkapan tentang banyaknya hewan yang berkeliaran tersebut belum berhubungan langsung dengan penyebab kemiskinan di wilayah tersebut. Dan semua peserta diskusi tidak sadar kalau pembicaran ditonton langsung oleh hewan yang berkeliaran di samping peserta, sayang hewan tersebut tidak bisa memberikan tanggapan apalagi protes kalau sedang di bicarakan, hewan tersebut hanya menjadi saksi nyata saat warga berdiskusi mencari rumusan tentang kemiskinan dan mencari jalan keluar dari kemiskinan.&lt;br /&gt;Hewan tersebut cukup beruntung kalau masyarakat tidak merumuskan kerusakan lingkungan di sekitar karena ulah dari hewan yang berkeliaran di mana-mana. Walaupun mungkin masyarakat menyadari kalau banyak tanaman yang di rusak oleh hewan tersebut. Tetapi masyarakat belum bisa berbuat banyak selagi belum ada kesepakatan bersama perlakuan tentang hewan-hewan yang berkeliaran tersebut.&lt;br /&gt;Masa yang akan datang mulai harus di pertimbangkan dengan banyaknya hewan yang berkeliaran di perkampungan di Kelurahan Klademak. Bukan suatu hal yang mustahil suatu saat hewan tersebut akan menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit, yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat yang lebih layak. Sekarang warga belum merasakan langsung dampak berkeliaran hewan-hewan tersebut. Tetapi nanti ada saatnya akan datang hewan tersebut menimbulkan persoalan. Kapan saat itu tiba kita tunggu saja, setahun, dua tahun, sepuluh tahun atau bahkan dalam waktu yang tidak ditentukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MASYARAKAT PAPUA TARADA (TIDAK ADA ) YANG MISKIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Kemiskinan di RW III&lt;br /&gt;Kelurahan Klasaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya dan teman-teman lagi makan malam di warung langganan yang lokasinya dekat kantor, tiba-tiba ponsel saya berdering. Hallo, selamat malam, kata saya sambil tidak berhenti mengunyah nasi. Malam pak jawab suara di seberang ponsel saya. Maaf pak malam ini kita ada FGD (Focus Group Discusi) Refleksi Kemiskinan, bapak bisa hadir kah, karena relawan yang datang hanya saya sendiri sementara peserta kira-kira bisa di bagi menjadi tiga kelompok. Kemudian saya balik bertanya jam berapa acaranya, sekarang pak, dong (mereka, dalam bahasa Papua) su (sudah, dalam bahasa Papua) kumpul. Ya baik saya kesana, bergegas saya menyelesaikan acara makan malam, sementara teman-teman tetap menikmati hidangan yang ada, saya pamit ke teman-teman untuk menuju ke lokasi (itulah fasilitator, layaknya seorang dokter kandungan yang di panggil pasiennya karena segera mau melahirkan).&lt;br /&gt;Setibanya di lokasi saya melihat orang sudah berkumpul, saya masuk dan langsung menyapa dengan salam orang Papua yaitu selamat malam, malam jawab mereka. Setelah berbasa-basi sedikit dengan relawan dan ketua RT, relawan mengatakan kalau acara di mulai saja, ya silakan kata saya.&lt;br /&gt;Sebelum diskusi di mulai, relawan menjelaskan tentang P2KP dan tujuan kita mengadakan pertemuan malam ini. Saat relawan menyebutkan kata miskin, yang sering di rangkaikan dengan refleksi kemiskinan, salah seorang mengintrupsi dan dengan nada sedikit marah dia mengatakan bahwa kita orang Papua tidak ada yang miskin. Relawan kemudian memberikan pengertian seperti yang di dapatkan saat pelatihan, namun orang tersebut tetap tidaksetuju dan tidak mau mendengar lagi kata-kata miskin tersebut. Orang tersebut mencontohkan bahwa di Papua sangat kaya akan Sumber Daya Alam(SDA), emas, perak, dan tanah yang luas. Relawan mendapatkan kesulitan memberikan pengertian yang di maksud dengan kata miskin tersebut, dan ia melirik ke saya kemudian berkata mungkin fasilitator bisa menambahkan atau menjawab keinginan bapak satu ini.&lt;br /&gt;Setelah ada kesempatan maka saya mencoba untuk menjelaskan bahwa kita membahas kemiskinan bukan dalam rangka untuk mengolok-olok atau menghina orang miskin, atau bukan ingin mengatakan bahwa orang Papua miskin. Tetapi kita ingin menggugah kepedulian kita bahwa di lingkungan kita ada orang yang tidak mampu untuk makan secara baik (apakah 3 kali sehari ), ada orang di sekitar kita untuk mendapatkan air bersih butuh waktu, tenaga bahkan uang. Ada juga orang di sekitar kita yang belum menikmati listrik , ada yang tidak mampu sekolah sampai ke jenjang yang tinggi. Walaupun kita tahu tanah Papua luas tetapi kita pun tahu tanah tersebut ada yang punya dan kita tidak bisa sembarang untuk memiliki. Semua juga tahu kalau kita ingin membangun di tanah manapun tentunya kita harus membeli tanah tersebut, sementara masih banyak di lingkungan kita yang tidak punya uang apalagi modal. Hal-hal itulah yang ingin kita ketahui di sekitar kita, dengan mencoba untuk merumuskan bersama tentang kemiskinan atau penyebab masih ada orang yang tidak beruntung atau orang yang kurang mampu. Dengan penjelasan yang singkat itu yang bertanya dan peserta yang lain sepintas bisa menerma.&lt;br /&gt;Ruangan sempat menjadi hening sebentar, masyarakat seperti mencoba merenungkan apa yang di bahas, atau masyarakat sudah mengantuk karena waktu sudah menunjukann jam 21.00 WIT dan diskusi masih belum dimulai. Melihat kondisi yang tenang relawan tadi akhirnya berkata, kalau begitu untuk tidak membuang waktu, mari mulai diskusi dengan peserta di bagi tiga kelompok.&lt;br /&gt;Orang Papua ternyata tidak bersedia jika disebut orang miskin, karena anggapan mereka orang miskin adalah orang yang tidak bisa makan, mengemis, tidur di bawah jembatan seperti yang tergambar di Jawa lewat media massa atau elektronik. Namun ada yang tak kalah menariknya saat saya menanyakan jika ada bantuan khusus untuk orang yang miskin kira-kira bapak dan ibu mau tidak mendapat bantuan tersebut. Jawaban dari semua peserta yang hadir tersebut adalah mau, kami warga Papua mau dan layak mendapat bantuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;BKM ”KU” SAYANG, BKM “KU” ………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Tamharuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Klasaman terdiri dari bermacam suku, usia dan profesi. Perbedaan ragam anggota yang tergabung dalam keanggotaan BKM tentu akan menjadi corak sendiri.. Suku, umur dan latar belakang seseorang tentu akan mempengaruhi karakter dalam diri sesorang, shingga perbedaan karakter pun harus di pahami oleh semua anggota BKM yang terpilih agar perjalanan dalam mencapai tujuan BKM sebagai sebuah organisasi tidak menghadapi persoalan berarti.&lt;br /&gt;Tujuan yang khendak di capai BKM tidak mungkin terjadi jika sesama anggota BKM tidak prnah melakukan kegiatan dalam bentuk pertemuan yang rutin. Pertemuan yang dijadwalkan secara rutin diharapkan menghasilkan sebuah komitmen, dan ide yang ada pada satu orang akan menjadi sebuah bahan diskusi untuk dilaksanakan secara bersama. Berangkat dari peemikiran tersebut BKM Klasaman menjadwalkan pertemuan rutin dalam rangka menggagas atau mengevaluasi kegiatan, di sepakati pertemuan rutin atau koordinasi dilaksanakan pada hari Sabtu pada jam 16.00 WIT, brtempat di secretariat.&lt;br /&gt;Koordinasi dalam membahas persoalan yang berkaitan dengan kegiatan selanjutnya membuat anggota yang satu dan lainnya saling mengenal. Anggota yang satu mulai mengenali karakter anggota yang lain, terkadang tidak jarang karakter anggota yang satu menjadi persoalan bagi anggota yang lain. Karakter seseorang terkadang tidak terkontrol di hadapan orang lain sehingga ada anggapan bahwa si “A” tidak bisa menyesuaikan diri, bahwa si A tadi terbawa saat berkumpul sesama sukunya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh orang batak yang kalau bicara selalu membawa nama hewan seperti “Babi, Anjing, dan lain-lain” (komplit seperti kebun binatang). Kalau pak Simbolon (orang batak satu ini) sudah bicara, terkadang saya hanya tersenyum dan melirik yang bisa dilirik sambil menunggu kapan kata-kata tersebut keluar. Berbeda dengan saya yang telah mengerti dan memahami pak Simbolon, tidak begitu dengan ibu Farida yang asli orang Bugis, sempat ibu ini mnjadi takut dengan apa yang dibicarakan pak Simbolon. Ibu Farida tidak sendiri, di sana ada pak Suyono orang Jawa yang brfrofesi sebagai guru, pak Suyono sedikit kaget dengan apa yang di dengar (muda-mudahan hanya sedikit dan tidak menerus).&lt;br /&gt;Kondisi di atas tidak berlangsung lama, satu sama lain mencoba memahami latar belakang masing-masing. Sesuai dengan perjalanan waktu banyak hal akhirnya dapat dipahami bersama. Setelah selesai dengan persoalan suku timbul hal lain menjadi persoalan, walaupun tidak sehebat kesukuan.&lt;br /&gt;Usia yang berbeda jauh ternyata menimbulkan persoalan tersendiri, berberapa orang anggota BKM yang sudah berumur, yang seharusnya cukup matang dalam pengendalian diri. Sikap anggota yang berumur ternyata sangat emosional, sangat berbeda dengan umurnya. Sebut pak Mamoribo usia sudah 64 tahun asli orang Papua, kalau berbicara nadanya cepat sekali meninggi dan kalau bicara tidak lupa dengan menggerakan tangan ke lawan bicara (bisa di bayangkan kalau orang tidak kenal). Kalau sudah begitu anggota lain harus menyabarkannya dan tidak meneruskan topic pembicaraan sebelum ia dingin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Satu lagi anggota BKM yang sudah cukup berumur, namanya pak Mstafa umur 54 tahun, berbeda dengan pak Mamoribo pak Mustafa kalau berbicara sangat berwibawa, dan sangat menyetuh. Jalan keluar yang ditawarkan sangat bijak (maklum namanya orang tua), dan sangat mendukung anak muda mengambil sikap yang cepat dan tepat. Faktor usia dan banyak kegiatan keseharian membuat bapak ini sering lupa apa yang sudah di putuskan. Artinya apa yang sudah di sepakati, terlupakan oleh beliau, sehingga sering terjadi kesalahan informasi. Sebagai contoh suatu saat anggota sepakat untuk memutuskan nama Unit Pelaksana (UP) yang telah mendaftar dan pak Mustafa di minta saran terutama mengenai nama mana yang akan di terima. Berbagai pertimbangan ia lontarkan, dan anggota sepakat mengikuti berberapa petuahnya. Sehari berselang setelah keputusan di ambil, beliau telepon saya dan meminta soal untuk mengetes berberapa orang yang mendaftar lagi untuk UP. Bisa di bayangkan bagaimana cara terbaik menjawab teleponya untuk tidak menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;Lain lagi anggota perempuan yang berasal dari Ambon, namanya Leni Ualahayanan umur 38 tahun, masih muda dan masih energik lah (anak sudah tiga). Setiap koordinasi selalu berusaha untuk hadir kalau bukan ada halangan yang penting. Terlalu energiknya terkadang di salah artikan oleh anggota yang lain terutama yang usia tua. Maksudnya baik agar semua proses cepat, sehingga tidak jarang ia main tunjuk. Terkadang yang di tunjuk adalah orang yang berumur, karena sudah tua terkadang yang ditunjuk tidak bersedia dengan berbagai alasan misalnya karena repot dan lain-lain. Kalau yang ditunjuk tidak bersedia dan ibu kita terdesak, sehingga ia menawarkan diri, menurutnya prosedur menawarkan sudah dilakukan. Pertama semua setuju, namun kesempatan lain terutama yang tua melontarkan bahwa setiap orang tidak boleh menonjolkan diri sendiri, kontan ibu kita tersinggung. Kata “menonjolkan diri” tersebut tidak diterima ibu kita, setelah pulangpun tetap dalam kondisi marah (tidak menerima). Sehingga sempat muncul niat dan disampaikan ke anggota lain kalau ibu kita akan mengundurkan diri dari anggota BKM.&lt;br /&gt;Melihat gelagat dan ancaman serius saya berusaha meredam dan mencoba mendinginkan ibu kita berberapa hari berselang dari pertemuan “maut” itu. Setelah berbicara panjang lebar saya tidak bertanya apakah ibu tetap berniat untuk mundur dari anggota BKM, tetapi langsung saya sodorkan tugas untuk ke Notaris, ternyata di sambut dengan baik, saya tidak tahu apakah ibu kita akan mundur atau tidak, kita semua tidak perlu tahu.&lt;br /&gt;Sementara ini baru nama-nama itu yang dapat di ceritakan, dan anggota BKM Klasaman berjumlah 13 orang. Cerita ini menimbulkan sikap dan penilaian tersendiri bagi setiap orang terutama bagi saya yang selalu setia mendampingi anggota BKM ini. Terkadang saya larut dalam lamunan dan terucap BKM KU sayang , BKM KU sayang, BKM KU sayang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-117611188731638288?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/117611188731638288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=117611188731638288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/117611188731638288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/117611188731638288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2007/04/pagi-buta-mereka-mencoblos-memilih.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-116468168656552815</id><published>2006-11-27T18:24:00.000-08:00</published><updated>2006-11-30T13:43:18.583-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;CERITA TENTANG FGD KEMISKINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan dari kegiatan FGD Refleksi Kemiskinan RW 6 Kelurahan Klademak, hari selasa 5 September 2006 pukul 19.00 WIT dilaksanakan disalah satu rumah warga RW 6, kunjungan dan monitoring pada kegiatan FGD ini dilakukan bersama Tim Advisory Sonny Kusuma, TL Pilot Project Edhi Djatmiko dan Koorkot Sorong Sihabudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lepas maghrib aku kontak bung Kris punggawanya tim fasilitator 2, ya sekedar konfirmasi jadi atau tidak kegiatan FGD-nya, maklum jadwal-jadwal yang biasa telah disepakati seringkali gagal karena tidak hadirnya warga, cuaca buruk seperi hujan dll. Melalui sms aku dapat jawaban acara tetap berlangsung hanya kurang maksimal pesertanya sedikit, begitu kira-kira bunyi sms dari bung kris, seolah-olah khawatir dapat evaluasi, ini bisa dimaklumi karena yang akan meninjau, orang nomor satu pilot dan kidalangnya pilot (sonny dan Edhi Djatmiko) Pukul 19.15 aku dan rombongan sampai dilokasi, tempat acara dilakukan diemperan rumah warga menggunakan kursi-kursi plastik sebagai tempat duduk, dijejeran depan terdapat kursi sofa yang kelihatannya empuk yang mungkin sengaja dikeluarkan oleh si empunya rumah untuk menghormati kegiatan atau memang ini bentuk kepedulian yang punya rumah pada P2KP dan khususnya masyarakat. Nampak suasana sekeliling seperti disetting untuk acara terima tamu yang akan melamar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan rombongan datang pada saat acara sudah berlangsung hampir 15 menitan kata kris... kedatangan aku dan rombongan sempat menghentikan acara, karena semua peserta berdiri menyambut kedatanagan rombonganku bersalaman sebentar ucapan selamat malam ciri khas salam orang sorong untuk malam hari tak lupa aku sampaikan juga, aku dan rombongan dipersilakan duduk didepan namun aku menolaknya dengan baik agar tidak menggangu jalanya diskusi, nampak ditembok rumah yang posisinya ada dihadapan semua peserta diskusi terpapmpang beberapa kertas A4 yang sudah banyak coretan spidol meski tidak begitu jelas, aku sedikit bisa membaca tulisan-tulisan tersebut terutama tulisan besar yang mirip kop surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara diskusi dilanjutkan dengan dipandu oleh seorang relawan asli papua Franky rumbiak, dari pengamatan selama diskusi, didapati kenyataan diluar dugaan, diskusi sangat dinamis dan penuh dengan argument-ergumen kritis peserta pada setiap bahasan, seperti saat membahas kriteria dan penyebab kemiskinan, diantaranya karena faktor pendidikan ini sempat banyak memancing argumentasi peserta, seorang peserta menyampaikan dengan lantang dan penuh percaya diri bahwa pendidikan tidak secara mutlak sebagai penyebab kemiskinan, dia menyampaikan contoh bahwa banyak orang sukses justru pendidikan tidak tamat SD sekalipun, tapi dia dapat sukses, begitu pula saat kriteria orang miskin dilihat dari penghasilan berkisar 500.000 kebawah, kembali peserta ramai, mereka memperdebatkan lima ratus ribu itu untuk ukuran tanggungan dalam keluarga berapa orang dll, (sejenak aku lihat mimik pak sony sebentar tersenyum sebentar mengkerutkan alisnya nampak rona kekaguman atau keheranan begitu jelas terlihat, hal sama nampak juga dengan edhi djatmiko, betulkah ini orang irian yang selama ini dibilang terbelakang dll. ) Tidak terlontar sedikitpun protes tentang pemakaian istilah kemiskinan, yang biasa muncul pada setiap kegiatan RK dibasis, apakah ini pertanda sudah paham atau sadar pada persoalan kemiskinan sesungguhnya. Sehingga tidak lagi dipersoalkan istilah kemiskinan….?&lt;br /&gt;Suasana diskusi sejenak seperti tidak akan terkendali teriakan-teriakan tidak setuju dan argumen-ergumen silih berganti dalam setiap pembahasan. Pemahaman relawan terhadap makna dan substansi kegiatan FGD bisa dibilang baik, bahkan sempat terlontar bahwa kalau dilihat dari akar masalah kemiskinan orang sorong dan seluruh papau ini orang miskin.&lt;br /&gt;Dari pengamatan selama prose hanya metode pengaturan alur diskusi yang mungkin cenderung membiarkan peserta saling bersautan sendir-sendiri, meski akhirnya dapat berjalan sebagaimana mestinya, meskipun pada akhirnya, kriteria, penyebab dan akar kemiskinan dapat disimpulkan/disepakati dengan baik oleh seluruh peserta yang hadir. Kriteria orang miskin menurut warga RW 06 Klademak, Orang yang tidak punya pekerjaan tetap, penghasilan 700.000 kebawah tiap bulannya dengan tanggungan keluarag 5 org, rumah tidak layak huni atap rumbia dinding papan, lantai tanah, dengan penyebab, akses modal tidak ada, tidak bisa menyekolahkan anak, kebijakan yang tidak menguntukngkan orang miskin dll, yang bermuara pada akar persoalan kemiskinan perilaku manusia dan pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;Acara diskusi selesai kris meminta pa sony memberikan sambutan penutup dan pencerahan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan diskusi. Pada sambutanya disampaikan bahwa rasa kagum dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua yang hadir dan masyarakat klademak yang telah secara sadar terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan siklus P2KP, sony menegaskan bahwa rangkaian kegiatan dalam siklus P2KP disamping sebagai media pembelajaran bagi kita semua juga sebenarnya kita sedang mencoba menumbuhkan dan membangun kepercayaan pihak luar dan masyarakat sendiri, karena kuncinya dikepercayaan ini semua bisa kita lakukan dan dapatkan, contoh orang miskin papa bisa saja naik BMW atau pegang uang jutaan bahkan miliaran rupiah, meski BMW dan uang itu milik orang lain tapi karena orang itu percaya kepada kita sehingga tidak ada perasaan khawatir curiga akan dibawa lari atau digelapkan, nah hal ini penting kita ciptakan dalam pengelolaan P2KP atau yang lainnya. Ditambahkan pula bahwa ibarat bahanan makanan menurut sony, apakah bahan tersebut mau dijadikan makanan/kue yang enak, yang tidak enak atau yang biasa-biasa atau dibiarkan basi saja, ini tergantung pada kita semua, begitu pula pengelolaan P2KP apakah mau dikelola dengan baik sehingga bisa membawa manfaat atau bagaimana.? Kalau mau baik sudah bisa dipastikan kita harus mengawali prosesnya dengan baik, salah satu prosesnya ialah kegiatan yang saat ini sedang kita lakukan, kemudian diamini oleh semua peserta. Memang proses nya memakan waktu dan tenaga tapi hal ini tidak akan sebanding dengan apa yang kita capai selanjutnya apabila kita sudah bisa memperlihatkan kepada sekitar kita tentang kepercayaan itu tadi.&lt;br /&gt;Di akhir sambutannya sony kembali menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh peserta karena baru dapat bersilaturrahmi dan berkunjung ke kota sorong ini.&lt;br /&gt;Acara kemudian ditutup dengan do’a yang dibawakan dalam keyakinan nasrani oleh salah seorang peserta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-116468168656552815?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/116468168656552815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=116468168656552815' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/116468168656552815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/116468168656552815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/11/cerita-tentang-fgd-kemiskinan-catatan.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-115746321438255294</id><published>2006-09-05T06:15:00.000-07:00</published><updated>2006-09-05T06:33:34.833-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ANALISIS TINGKAT PARTISIPATIF&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wilayah Kelurahan Klabala merupakan permukiman yang dihuni oleh penduduk pendatang baik yang berasal dari asli Papua maupun pendatang dari luar pulau. Kondisi ini mempengaruhi pola interaksi dan tingkat partisipasi yang terjadi di masyarakat.&lt;br /&gt;Untuk mengkaji sejauhmana tingkat partisipasi warga dalam pelaksanaan kegiatan P2KP secara garis besar dilatarbelakangi oleh sikap dan cara pandang yang dominan yang menjadi ciri masing- masing pendatang tersebut.&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah dipaparkan dalam kajian analisis social, pendatang asli papua yang dominant bermukim di kelurahan Klabala adalah suku – suku yang berasal dari pegunungan di sekitar Sorong yaitu suku Ayamaru, Aifat, Aitinyu, dan Teminabuan . Suku ini biasanya mengelompok dalam satu wilayah  di daerah perbukitan yang ada di kelurahan ini.Ada juga Suku asli pesisir seperti serui, raja ampat , inanwatan  namun jumlahnya relative kecil dan biasanya tersebar.  Suku pendatang luar pulau yang dominant adalah suku Key, Timur / NTT, Ambon, Bugis, dan Toraja. Terdapat juga suku luar pulau lainnya seperti jawa, Menado, Sangir, Ternate, Buton dll&lt;br /&gt;Melihat keragaman suku yang mendiami wilayah ini juga menjadi gambaran pola / cirri- cirri partisipasi yang berbeda . Hal ini sedikit banyak dipengaruhi dan dilatarbelakangi oleh budaya asal mereka.&lt;br /&gt;Sejauh mana pola partisipasi mereka sudah sesuai dengan cirri- cirri partisipasi dalam pengertian yang sebenarnya dalam kajian ini paling tidak dapat dikelompokkan menjadi dua pola yang berkembang yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameter Partisipasi&lt;br /&gt;1. Bersifat proaktif dan bukan reaktif artinya masyarakat ikut menalar baru bertindak.&lt;br /&gt;2. Ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat&lt;br /&gt;3. Ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Ada pembagian kewenang an dan tanggung jawab dalam kedudukan yang setara&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendatang Asli Papua&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Unsur proaktif masih lemah. Meskipun dalam setiap sosialisasi awal kehadiran warga cukup banyak / mudah untuk berkumpul nuansa reaktif lebih menonjol&lt;br /&gt;2. Membangun kesepakatan berdasarkan tahapan- tahapan siklus P2KP dihadapkan pada sikap dan cara pandang selama ini terhadap bantuan.&lt;br /&gt;3. Proses kearah pelibatan diri sesuai kesepakatan  masih diwarnai oleh ketidaksabaran ingin langsung pada hasil akhir yang langsung bisa dirasakan secara material.&lt;br /&gt;4. Penonjolan kepentingan antara satu RT dengan RT lainnya masih kuat sehingga menjadi   hambatan bagi pembagian kewenangan dan tanggung jawab .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendatang luar Papua&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.Merasa sebagai pendatang sehingga cenderung bersikap kurang proaktif.&lt;br /&gt;Cenderung bersifat pragmatis . Masih diwarnai kecurigaan bahwa pada akhirnya mereka tidak akan menerima apa- apa&lt;br /&gt;2. Masih diwarnai kehati- hatian sehingga kurang pro aktif untuk mewujudkan / terikat pada kesepakatan- kesepakatan bersama&lt;br /&gt;3.Sering lebih menekankan pada jaminan / kepastian  daripada hal- hal yang mengarah pada aspek kewenangan dan tanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh kasus :&lt;br /&gt;Wilayah kelurahan Klabala yang terletak di perbukitan seperti RW 4, 6,  10 dan 11 secara dominant dihuni oleh pendatang suku asli papua. Masyarakat di wilayah itu masih mudah untuk diajak mengikuti kegiatan- kegiatan siklus yang ada secara sukarela. Keingintahuan terhadap hal- hal baru cukup tinggi namun seringkali tidak diikuti untuk proses penalaran terhadap informasi baru yang diterima.  Bagi mereka pelibatan diri harus diikuti dengan bukti nyata yang langsung dirasakan manfaatnya terutama bagi individu maupun komunitas. Anggapan mereka, pihak luar termasuk fasilitator dianggap sebagai pihak yang seharusnya menjadi bagian yang mempercepat proses pembuktian itu hal ini terlontar pada setiap pertanyaan – pertanyaan yang muncul pada siklus kegiatan P2KP. Sebagai contoh pada saat sosialisasi awal pun mereka sudah mengungkapkan keluhan serta kebutuhan- kebutuhannya kemudian mereka siap untuk membentuk kepanitiaan untuk membuat proposal agar kebutuhan mereka dapat segera direalisasikan . Secara demikian pendekatan P2KP yang mengukur partisipasi dalam lingkup komunitas kelurahan sudah pasti membutuhkan waktu yang cukup lama karena hal ini berarti menyangkut pergeseran cara pandang dan perilaku. Perbedaan perilaku dan partisipasi yang cukup menonjol antara satu wilayah komunitas dengan komunitas lainnya memungkinkan proses membangun pelibatan diri berdasarkan kesepakatan dalam lingkup kelurahan sangat sulit tercapai apalagi jika hal itu harus diiringi dengan pembagian kewenangan dan tanggungjawab yang setara.&lt;br /&gt;Merujuk pada jenjang partisipasi yang digambarkan oleh  Sherry Arnstein maka pergeseran partisipasi  yang mungkin dapat diterapkan adalah jenjang partisipasi kelompok menengah yang bercirikan informasi, konsultasi, dan penentraman dengan secara bertahap dimulai dengan komunitas yang lebih kecil ( misalnya dimulai di lingkup RT / RW tertentu ) dilakukan peningkatan jenjang partisipasi yang lebih tinggi . Jika hal ini dapat dilakukan maka diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah- wilayah RT / RW lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-115746321438255294?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/115746321438255294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=115746321438255294' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115746321438255294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115746321438255294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/09/analisis-tingkat-partisipatif-wilayah.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-115436146771178400</id><published>2006-07-31T08:48:00.000-07:00</published><updated>2006-07-31T08:57:48.303-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Deskripsi tentang Proses Urbanisasi di Kota Sorong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urbanisasi di kota Sorong dapat dideskripsikan menjadi tiga arus besar yaitu : Pertama, urbanisasi yang berasal dari desa- desa / pedalaman sekitar Sorong masih di wilayah Irian dan Papua; Kedua, urbanisasi yang berasal dari desa / pulau- pulau di luar wilayah Irian dan Papua. Dan Ketiga, urbanisasi yang berasal daerah urban juga baik dari kota- kota di wilayah Irian Jaya Barat dan Papua maupun dari kota-kota di luar wilayah Irian – Papua seperti dari Jawa, Maluku, Makasar, Sulawesi Utara, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Urbanisasi yang berasal dari desa di sekitar kota Sorong, Irian atau Papua terdiri dari :&lt;br /&gt;1.      Daerah pesisir seperti Biak, Serui, Raja Ampat dan beberapa wilayah pesisir kecil lainnya. Sesuai dengan asal dan mata pencaharian mereka , ketika mereka tiba di wilayah Sorong pun  tempat yang dipilih sebagai tempat tinggal adalah wilayah tepi pantai di.Distrik Sorong Barat terutama  kelurahan Rufei, Klawasi, dan Tanjung Kaswari .&lt;br /&gt;2.      Daerah pegunungan seperti Ayamaru, Aifat, Aitinyu,  Teminabuan,  Ninwata, Fak- fak, Marai  dll. Suku- suku pegunungan yang bermata pencaharian sebagai petani dan hasil-hasil hutan  inipun mendiami wilayah- wilayah perbukitan yang ada di Kota Sorong mulai dari Bukit Cendrawasih atau Rafidin di distrik Sorong Barat , puncak arfak sampai dengan bukit-bukit kawasan Makbon di wilayah Sorong timur.&lt;br /&gt;Arus Urbanisasi  kedua yang berasal dari desa di luar wilayah Irian dan Papua mempunyai pola bermukim yang  hampir sama  dengan yang pertama. Di wilayah pesisir banyak dihuni oleh pendatang bermata pencaharian utama sebagai nelayan dari daerah Buton, Selayar, Sangir, Bugis , Key, dan lain- lain.  Sedangkan di wilayah perbukitan dan tanah pertanian didiami oleh pendatang bermata pencaharian sebagai petani dan hasil-hasil hutan dari Flores, Timor, Tapanuli, Bugis dan transmigran dari Jawa.&lt;br /&gt;Sementara itu, daerah- daerah pemukiman yang strategis di kota Sorong yang merupakan pusat-pusat perdagangan dan pengembangan pemukiman baru lebih banyak dihuni oleh pendatang yang berasal dari daerah urban / kota lain baik dari wilayah papua / irian maupun kota- kota di luar wilayah papua/ irian.&lt;br /&gt;Perbedaan tempat pemukiman terhadap ketiga pola urbanisasi di atas terjadi karena :&lt;br /&gt;Pola urbanisasi yang pertama dan kedua   dilatar belakangi menurunnya hasil dan upah dari mata pencaharian yang mereka tekuni ( sector pertanian, hasil hutan , perikanan, dan jasa / buruh ) sehingga menimbulkan kesulitan penghidupan di daerah  asal .Motivasi utamanya adalah untuk memperoleh hasil dari mata pencaharian yang mereka kerjakan dapat lebih baik dibanding mereka tetap tinggal di desa asal ( Mengadu nasib ). Motivasi lain ( terutama dari daerah Ayamaru dan sekitarnya ) adalah supaya dapat menyekolah anak kejenjang yang lebih tinggi . Mata pencaharian yang mereka lakukan ketika datang ke kota Sorong pun hampir tidak berbeda jauh dengan mata pencaharian mereka sebelumnya seperti menjadi nelayan, petani, pengolahan hasil- hasil hutan / kayu , sector informal / pedagang kecil dan buruh kasar .&lt;br /&gt; Pola urbanisasi yang ketiga datang ke kota Sorong  bukan lagi sebagai spekulan karena lebih mapan dilihat dari mata pencaharian sebelumnya maupun secara ekonomi.  Kebanyakan dari mereka adalah  pekerja / pegawai negeri sipil di pemerintahan dan BUMN, militer dan polisi,   karyawan perusahaan- perusahaan yang membuka usaha / cabang di kota Sorong, serta pedagang- pedagang yang sudah memiliki dan membawa modal untuk dikembangkan di  Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita- cerita seputar bagaimana pendatang- pendatang kalangan birokrat sipil dan militer serta orang- orang kaya lama maupun baru dari Jayapura, Manokwari, Ambon, Makasar, Menado, Jawa; karyawan Pertamina dan kontraktor- kontraktor Pertamina  serta pedagang bermodal lainnya dapat menguasai tanah- tanah strategis di kota Sorong.&lt;br /&gt;Fenomena inilah yang mengawali kisah terpinggirnya pemukiman suku- suku Malamoi yang dianggap sebagai pemilik adat dari tanah- tanah yang ada di kota Sorong. Hal ini juga sangat mempengaruhi gaya hidup, sikap dan cara pandang yang mengarah pada stereotipe etnik tertentu tentang pendatang dan penduduk asli termasuk interaksi yang terjadi antar mereka.&lt;br /&gt;Belum lagi kalau ditelusuri sejarah kolonialisme terutama era pemerintahan Hindia Belanda dalam memperlakukan dan mempengaruhi sikap dan kebiasaan penduduk asli pulau Irian pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-115436146771178400?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/115436146771178400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=115436146771178400' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115436146771178400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115436146771178400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/07/deskripsi-tentang-proses-urbanisasi-di.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-115219030267959926</id><published>2006-07-06T05:42:00.000-07:00</published><updated>2006-07-06T05:51:43.003-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tidur Di Jalan Hobiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setiap masyarakat dalam satu wilayah memiliki cara sendiri dalam mengungkapkan rasa kesenangan dan kegembiraan.  Masyarakat yang tinggal di Sumatera memilih untuk berkumpul dengan keluarga jika dapat kesenangan.  Masyarakat Jawa akan mengumpulkan orang banyak untuk berbagi kesenangan tersebut.  Dalam hal keuangan yang diterima setiap bulannya,  setiap masyarakat memiliki cara yang juga berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;             Masyarakat Sorong juga memiliki cara sendiri dalam melampiaskan kesenangannya jika mendapatkan uang dalam setiap bulannya.  Cara masyarakat Sorong atau Irian Jaya dalam memilih kesenangan berbeda jauh dengan apa yang terbayang dalam benak orang lain.  Ada pepatah yang sering diucapkan masyarakat dalam hal kondisi orang Irian Jaya dalam menerima kesenangan,  terutama uang bulanan.  Pepatah tersebut adalah “orang Irian jika awal akhir bulan tidur di rumah dan jika awal bulan akan tidur di got”.   Artinya jika tidak punya uang mereka orang Irian  akan tinggal bersama orang yang mereka sayangi,  namun jika punya uang mereka akan menghabiskan uang tersebut dengan minuman hingga teller dan ujungnya sampai tertidur di jalanan. ( meskipun tidak semua orang irian demikian terutama mereka yang sudah agak maju pola berpikirnya) &lt;br /&gt;            Kondisi di atas tentu akan membuat kita bertanya,  bagaimanakah aturan warga tersebut tentang hal yang  bertentangan dengan hukum Negara dan agama tersebut.  Apakah di Irian mabuk adalah suatu hal yang biasa dan tidak menimbulkan persoalan.  Apakah keluarga para pemabuk tersebut tidak menjadi sasaran selama yang bersangkutan dalam kondisi mabuk.  Pertanyaan tersebut timbul setiap kali mengunjungi suatu daerah yang terdapat orang yang sedang menjerit akibat minum terlalu banyak.  Pemandangan orang yang menjerit dalam posisi mabuk sering ditemukan pada suatu wilayah yang masih di huni oleh banyak masyarkat asli Sorong.&lt;br /&gt;            Kebiasaan yang turun temurun dari orang Irian tersebut tentu bukan hal yang tidak bisa untuk dihilangkan.  Peran pemerintah dan tokoh agama tentunya harus menjadi media yang  paling efektif dalam mengatasi persoalan tersebut.   Peran pemerintah sebagai penentu kebijakan kemudian didukung tokoh agama,  membuat hukum yang dibuat sangat kuat.  Selama ini pemerintah seolah menghadapi kebiasaan masyarakat yang berhubungan dengan miras dengan cara yang biasa,  sehingga tidak menghasilkan produk hokum yang benar-benar menjadi acuan masyarakat dan tokoh agama.  Kebiasaan yang terjadi di masyarakat jika hanya dihadapi dengan sepeleh dan tanpa kerja keras dan kemauan bersama tentu tidak akan menjawab persoalan.  Apakah kebiasaan orang sebagian besar orang Irian tersebut akan menjadi kenangan atau akan semakin menjadi tentunya sangat bergantung dari semua pihak yang ada di Papua.  Kalau pemerintah  belum dapat sepakat dengan hokum yang akan diberlakukan tentang miras tetapi masih ada tokoh agama dan sanksi moral dari masyarakat.&lt;br /&gt;            Sebagai pihak yang mengetahui efek dari miras tersebut seharusnya pemerintah tidak ragu dalam mengambil kebijakan untuk membuat aturan tentang miras.  Keterlibatan semua pihak juga menjadi penting,   terutama para tokoh agama yang akan sering berhubungan langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.  Generasi yang dilahirkan dengan pencemaran miras akan menjadikan generasi yang lemah.  Sementara tantangan kehidupan masa yang akan datang jauh lebih berat dari pada saat ini.  Kepedulian semua pihak sangat berarti bagi kemajuan Papua di masa datang,  apakah akan melahirkan generasi yang mabuk atau yang kuat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-115219030267959926?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/115219030267959926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=115219030267959926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115219030267959926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115219030267959926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/07/tidur-di-jalan-hobiku-setiap.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-115169472001839114</id><published>2006-06-30T11:57:00.000-07:00</published><updated>2006-06-30T12:12:00.710-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Goblok Dan Bodoh di Kota Sorong&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Kedua ucapan tersebut memiliki makna yang sama,  keduanya sama-sama menunjukan keadaan intelektual seseorang.  Namun tidak demikian halnya bagi orang Irian yang berada di Papua,  terutama kota Sorong tempat Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan dilaksanakan.  Tim Fasilitator yang merupakan ujung tombak P2KP di tingkat kelurahan harus mengerti dan memahami hal di atas agar tidak timbul persoalan.  Seperti halnya kata kemiskinan yang bagi sebagian orang papua,  terutama  yang tinggal di perbukitan atau pergunungan menganggap kata tersebut tidak layak disebut.  Begitu juga dengan kata bodoh,  mereka akan marah dan mencoba mengelak,  tetapi lain hal jika dibilang goblok, tolol dan yang mengandung arti sama dengan bodoh,  mereka biasa saja dan menganggap sebagai guyonan.&lt;br /&gt;            Kejadian pernah di alami seorang relawan di sebuah RT untuk wilayah Klasaman,  relawan tersebut bernama Marten.  Pengalaman tersebut sebenarnya sudah lama terjadi alias sebelum Marten menjadi relawan P2KP.  Pengalaman ia bagikan karena dalam penyampaian sosialisasi Fasilitator sering menyampaikan kalimat kebodohan dan keterblakangan. Menurut marten kebodohan itu jangan lagi disebutkan kalau sedang melaksanakan sosialisasi di perkampungan yang masih banyak suku aslinya.  Masukan dari Marten sangat berharga karena menghindari ketersinggungan suku Irian pada saat sosialisasi.  Bisa dibayangkan bagaiomana jalanya sosialisasi ditengah orang Irian yang marah dan jengkel karena dikatakan bodoh.&lt;br /&gt;            Banyak hal yang menjadi pertanyaan dalam pergaulan bermasyarakat di Irian Jaya terutama menyangkut kata-kata,  karena suatu kata bisa biasa ditempat lain dan menjadi tidak biasa di sini.  Melihat perbedaan sikap orang Irian dalam menyikapi kata-kata seperti kata bodoh, goblok dan tolol.  Dalam benak kita tentu akan timbul pertanyaan apakah bedanya antara bodoh dan goblok atau tolol.  Sehingga mereka menjadi hal biasa saja jika di bilang goblok dan tolol,  dan tidak senang jika dibilang bodoh.  Apakah dalam percakapan keseharian  mereka jarang mendengar kata goblok dan tolol,  berbeda dengan kata bodoh yang jarang juga disebutkan karena artinya kasar.&lt;br /&gt;            Menurut Marten kemarahan orang Irian jika disebut bodoh bermacam-macam salah satunya mereka akan berkata bahwa kami orang Irian memang bodoh (dengan nada marah),  justru kami bodoh itulah kamu orang dikirim ke Irian untuk memperbaiki dan membuat kami menjadi pintar.  Kata-kata itulah mereka ucapkan pertama jika mendengar mereka dibilang bodoh untuk sikap selanjutnya sangat bergantung kepada kita yang menjadi sasaran kemarahannya.  Kalau kita balas dengan kata-kata lagi mereka akan mengambil minuman kemudian memanggil masyarakat (sebutan untuk orang Irian) untuk menghajar kita.  Penyelesaian persoalan dengan masyarakat Irian sangat mudah cukup diamkan saja kemudian  tinggalkan pergi selesai urusan.&lt;br /&gt;            Penyelesaian sangat sederhana dan sebenarnya bukan jalan keluar yang baik,  tetapi jika orang Irian yang lagi marah sulit untuk diajak berkomunikasi.  Untuk itu biasanya daripada mereka minum untuk menyelesaikan masalah dan memanggil masyarakat lebih baik tinggalkan saja.  Persoalan yang ada akan selesai dengan sendiri jika orang Irian tersebut ditinggalkan.  Sebenarnya hal tersebut  bukan bentuk penyelesaian tetapi apabila dihadapi tentu akan menimbulkan persoalan yang baru lagi.&lt;br /&gt;            Pengalaman yang terjadi dan dialami oleh relawan  tersebut menjadi sebuh pelajaran bagi fasilitaor yang akan berhubungan dengan masyarakat Irian.  Sosialisasi akan berjalan dengan baik jika ada hal-hal yang mereka anggap kurang berkenan untuk tidak disebutkan lagi.  Penyelesaian yang unik juga tidak mungkin dilaksanakan jika dalam suasana sosialisasi,  fasilitaor pergi meninggalkan tempat.  Bukan persoalan menjadi selesai tetapi fasilitator akan di kejar-kejar masyarkat sekampung.  Bayangkan  karena kata bodoh yang bisa diganti dengan goblok sosialisasi tidak bisa berjalan,  ada-ada saja di Irian.&lt;br /&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kitorang Bukan Orang Miskin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Kemiskinan bukan perbendaharaan kata yang baik untuk orang Irian terutama untuk wilayah Sorong.  Kemiskinan suatu hal yang tidak ingin orang alami,  baik itu kemiskinan ilmu,  harta,  atau yang lainnya.  Begitu halnya untuk orang Sorong,  orang Sorong senang mendapatkan bantuan apa saja,  baik bantuan uang,  beras atau bahan-bahan bangunan.  Walaupun mereka senang mendapatkan sejumlah bantuan tersebut,  mereka tidak mau jika mereka disebut sebagai orang miskin.  Mereka berharap jika bantuan datang karena pemerintah memiliki kekayaan dan bukan mereka miskin. &lt;br /&gt;            Kondisi di atas tentu menimbulkan penafsiran yang berbeda bagi setiap orang.  Pertama karena dalam pemahaman umum bahwa bantuan tersebut jelas diperuntukan bagi orang yang memang miskin.  Kedua bahwa pemerintah membantu agar mereka yang mendapatkan bantuan menjadi punya kesempatan untuk memanfaatkan bantuan dalam mendorong perkembangan selanjutnya.  Artinya bantuan tersebut sewaktu-waktu akan diputus dan pada saat itu masyarakat yang mendapat bantuan harus sudah siap mandiri dengan memanfaatkan bantuan selama ini.  Pemahaman bahwa bantuan tersbut memang berhak mereka terima karena anggapan Negara kaya dan seharusnya semua orang mendapatkan bantuan,  adalah kekeliruan yang perlu diluruskan.&lt;br /&gt;            Keunikan memang miliknya orang Irian sepertinya,  karena mereka bersedia menerima bantuan dari pemerintah walaupun jelas bantuan itu diperuntukan orang miskin,  seperti raskin,  biaya langsung tunai (BLT).  Unik karena satu sisi mereka ingin tegar dan tidak bersedia menerima sebutan miskin,  tetapi rebutan untuk dapat bantuan yang jelas diperuntukan orang miskin.  Keengganan orang Irian untuk disebut sebagai orang miskin terbukti dengan marahnya seluruh orang jika ada yang menyebut ssalah satu diantara mereka miskin.&lt;br /&gt;            Dalam hal ini orang harus menjadi bijak dengan tidak mengulangi atau mencoba untuk menjadikan kemiskinan sebagai sebutan semata.  Menyebutkan miskin dalam memberikan bantuan akan mengalami dua kemingkian.  Kemungkinan pertama bantuan tersbut akan ditolak karena dianggap menghina,  atau harus mengganti saat pembagian berlangsung,  seperti raskin diganti dengan beras jatah.  Kemungkinan kedua sebutan miskin boleh dengan catatan bantuan diberikan kepada semua orang yang hadir atau yang ada dalam wilayah tersbut.  Artinya kalau mereka semua dapat bukan karena ada perbedaan dalam hal kondisi terutama dalam hal kemiskinan.&lt;br /&gt;            Suatu kondisi nyata yang harus dihadapi bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan dan memberikan suatu kebijakan.  Dengan pemahaman akan kondisi di lapangan bahwa Indonesia memiliki keragaman dalam segala hal.  Pemahaman tersebut akan menjadi sebuah cara atau sistem dalam pelaksanaan agar tidak mengalami kendala di lapangan.  Akhirnya kenyataan di atas menyadarkan semua pihak akan pentingnya semua pihak bahwa Indonesia bukan hanya luas dalam hal wilayah,  teapi juga luas dalam pemahaman tentang suatu kata. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-115169472001839114?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/115169472001839114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=115169472001839114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115169472001839114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115169472001839114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/06/goblok-dan-bodoh-di-kota-sorong-kedua.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-115002621618244193</id><published>2006-06-11T04:42:00.000-07:00</published><updated>2006-06-11T04:43:37.630-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;BIBIT ITU ANEH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku pergi kesini dengan harapan besar dapat menanamkan bibt/benih harapan yang kelak dapat ditunai oleh siapapun, aku datang jauh dari negeri sana dibekali oleh kedua orang tuaku bibit yang katanya pilihan terbaik, meski aku sudah mengingatkan orang tuaku agar satu bibit yang agak berumur itu tidak usah dibawa, karena tidak akan tumbuh dan berkembang apalagi ditanah gersang negeri yang akan aku kunjungi, aku khawatir bibit itu justru akan merepotkan ku nantinya.&lt;br /&gt;Namun karena ini pilihan orang tuaku, aku menurut saja, dan pesan orangtuaku sebelum berangkat, bibit itu akan sangat bergantung kepadamu nak…! Ya tidak 100% juga, kalau aku sudah menyirami, memelihara dan memberi tempat secara khusus lalu bibit itu tidak tumbuh juga, masa aku yang disalahkan, ya tidak mau aku (protesku dalam hati). Singkat cerita aku berangkat ke negeri seberang dengan bekal 2 bibit pemberian orang tuaku, sampai dinegeri yang dituju, aku hamparkan 2 bibit itu disebuah ladang yang subur yang dengan susah payah aku mendapatkan tanah subur itu, tiap hari aku amati dan kupelihara sebagaimana mestinya, agar bibit itu mau tumbuh dan terus tumbuh hingga menghasilkan sesuatu dinegeri ini.&lt;br /&gt;Tiba-tiba kudengar obrolan 2 bibit itu dihamparan tanah subur itu.&lt;br /&gt;Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuhbesar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanahini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahantunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.Renungan:Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak. Masih adakah bibit muda yang punya semangat….?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-115002621618244193?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/115002621618244193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=115002621618244193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115002621618244193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/115002621618244193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/06/bibit-itu-anehaku-pergi-kesini-dengan.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114891849828735673</id><published>2006-05-29T08:58:00.000-07:00</published><updated>2006-05-29T09:03:03.866-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54056.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54056.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PEMIMPIN MABUK RAKYAT SEKARAT&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin ada di mana-mana mualai dari rumah tangga sampai pemimpin sebuah negara. Pemimpin diangkat karena kemampuan yang dimiliki. Pemimpin juga diangkat juga karena memiliki kharisma. Kemampuan dan kharisma membuat pemimpin menjadi dihormati dan disegani. Namun juga jangan lupa bahwa seorang pemimpin juga manusia yang tentunya memilliki sifat khilaf dan salah, seberapa jauh kemudian kesalahan tersebut berpengaruh bagi warga yang dipimpin, itu persoalan yang kemudian harus dibahas warga dan atasan pemimpin tersebut.&lt;br /&gt;Perihal kepemimpinan tersebut ada contoh yang patut menjadi perhatian kita semua. Sebuah negeri yang terdapat di atas bukit nun jauh di sana. Ada seorang pemimpin yang memiliki kebiasaan buruk bagi banyak orang, walaupun di daerah itu kebiasaan tersebut adalah hal yang biasa. Kebiasaan tersebut tidak berpengaruh jika si pelaku tersebut bukan seorang pemimpin yang membawahi banyak warga. Karena pelaku seorang pemimpin, maka kebiasaan yang biasa itu tentunya tidak biasa dan tidak patut lagi untuk dikerjakan&lt;br /&gt;Kebiasaan yang dilakukan pemimpin tersebut menyebabkan ketidak pedulian kepada warganya. Banyak kegiatan yang batal atau tertunda karena pemimpin tersebut tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Sebagai contoh sebuah perkampungan yang masih dalam wilayahnya akan mengadakan pelantikan pengurus posyandu. Kegiatan tersebut gagal lagi karena pemimpinnya tidak datang untuk kesekian kalinya dan lagi-lagi tanpa alasan pasti. Setelah diusut ternyata pemimpin ini suka pergi pada siang atau malam hari ketempat yang jauh dan menghabiskan minuman beralkohol dalam jumlah banyak sampai teller. Kebiasaan itu jika dilakukan pada malam hari sampai masuk dalam got dan terkadang tidur di jalan-jalan.&lt;br /&gt;Melihat dan memperhatikan kebiasaan pemimpin tersebut, kemudian saya terbayang dengan kondisi Yogyakarta atau Jawa Tengah yang hancur karena bencana alam. Satu hal yang kita pahami bersama bahwa bencana alam terjadinya tidak pilih waktu siang atau malam. Saat bencana alam tersebut melanda, sudah semestinya semua pemimpin, baik pemimpin dengan pemimpin yang lain harus bergandengan tangan, begitu juga antara pemimpin dengan rakyatnya. Jangan sampai mabok apalagi kemudian teler ditengah kepentingan rakyatnya yang sedang mengalami duka seperti sekarang. Setelah pikiranku melayang sampai ke Yogya, pikirankun kembali lagi ke negeri yang pemimpinnya punya kebiasaan mabuk tersebut. Terbayang bagaimana jika bencana alam tersebut melanda negerinya. Bukan pemimpin yang memperhatikan rakyatnya, malah sebaliknya, rakyat repot memperhatikan pemimpinnya yang nyungsep got. Dan tentunya saat itu karena sang pemimpin lagi masuk got, bisa dibayangkan kondisi rakyatnya, seperti ayam kehilangan induknya. Namun untungnya hal di atas Cuma bayangan penulis, dan mudah-mudahan tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;Satu hal yang menjadi perhatian semua terutama masyarakat jika dalam mencari pemimpin harus memilih yang jauh dari kebiasaan tersebut di atas. Juga untuk seorang atasan yang memiliki kebijakan yang penuh jika pemimpin yang ada di bawahnya bukan memperhatikan tapi merusak rakyatnya harus ditindak. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114891849828735673?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114891849828735673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114891849828735673' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114891849828735673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114891849828735673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/pemimpin-mabuk-rakyat-sekarat-pemimpin.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114885536924070579</id><published>2006-05-28T15:27:00.000-07:00</published><updated>2006-05-28T15:29:29.416-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54014edit.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54014edit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SEDIKIT CATATAN KOTA SORONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang membuat manusia itu tajam daya ingatnya adalah terhadap kejadian-kejadian istimewa dalam hidupnya, istimewa dalam hal ini bisa pada peristiwa/kejadian Tragis, mengerikan, menyenangkan, memalukan atau menyedihkan. Pada peristiwa biasa-biasa saja sudah dapat dipastikan manusia akan sangat mudah lupa, contoh melakukan kegiatan sehari-hari baik dalam hal pekerjaan, pendidikan, (rutinitas harian) sebagai manusia dll, pasti akan sangat sulit diingat apalagi kalau sudah berlalu beberapa hari. Hal ini memang sangat dimaklumi karena kita sangat sulit untuk membiasakan diri mencatatkan apa yang kita lakukan tiap harinya, padahal tentunya sangat bermanfaat. Seperti yang penulis akan ceritakan dalam kisah ini adalah sepenuhnya beberapa pengamatan dan kejadian yang penulis alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi Minggu 07 Mei 2006 , aku sudah selesai mandi dan berpakaian rapi karena rencanaku hari ini aku akan keliling kata sorong lagi, untuk melanjutkan orientasi dan menghapal jalan-jalan dan akses tranportasi. Sambil minum kopi hangat yang aku buat dengan memanfaatkan air panas dari dishpenser yang ada dikamar penginapanku, ku ambil remote control pesawat televisi 15 inc yang juga ada dikamar, lalu kuhidupkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…….”dari kawasan aceh Tenggara dilaporkan hujan deras dan lebat yang terjadi seharian penuh telah menyebabkan banjir besar, cukup membuat penduduk kota ibukota acing tenggara kotacane panic, bahkan banjir besar tersebut telah menyebabkan beberapa jembatan penghubung kotacane dan tanah karo terputus………..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… sepenggal kalimat berita dari pesawat televisi yang ada dikamar penginapanku cukup jelas terdengar, sejenak pikiranku menerawang jauh kesana, teringat kembali masa-masa pahit dan kejadian-kejadian menegangkan yang aku alami dikota itu, beberapa bulan yang lalu saat aku bertugas dikota lembah gunung luoser Aceh Tenggara, banyak kenangan pahit manis terukir disana.&lt;br /&gt;Di kota itu pula aku pernah dijemput paksa preman-preman, dikota itu pula aku dan kawan-kawan perjuangan P2KP mengalami teror mental dari penduduk setempat, dikotacane pula aku, kurnia robi, m.idwal dan Co.TL saat itu Tafjani Kholil, dicegat longsor dan banjir ditengah hutan pegunungan rawan longsor kotacane, bahkan untuk ini hampir-hampir kami putus asa dan menyerah pada takdir, kalau saja aku tidak segera ambil insiatif untuk turun dari mobil menyingkirkan longsoran tanah dan pohon sertaannya, kebayang jelas dalam benaku saat itu kepanikan dan rasa was-was hinggap dan menghantui semua yang berada dalam mobil, hujan deras yang terus mengguyur, membuat limpahan air disertai campuran tanah gembur menutup jalan yang kami lalui tidak lagi terlihat, jurang nan curam dan dalam menambah rasa takut kami akan terjadi sesuatu yang fatal…. Aku buka baju dan keluar dari mobil guyuran hujan lebat tengah malam karuan rasa dingin tak terhingga menyinggapi seluruh pori-pori kulit tubuhku dan menyeruak menembus hingga tulang sandi badan kekarku……..namun itu tidak aku pedulikan rasa takut dan semangat untuk segera keluar dari jebakan amukan alam akibat ulah manusia rakus membuat aku tidak pedulikan itu, ya kemudian diikuti kurnia robi juga ikut turun dari mobil membantu usahaku…….dengan sebisaku tanah yang menutupi jalan kusingkirkan dan pohon tumbang dengan sekuat tenaga dibantu robi diseret kepinggir jalan….satu…dua…tigaaaaaaa…...braaak…!!! pletok…!! bunyi patahan dahan dan pohon randu terdengar…….meski tidak sepenuhnya kepinggir jalan…..namun kira-kira untuk dilewati badan mobil cukup rasanya….ayoo…maju…teriaaku……memberikan aba-aba pada idwal yang pegang kemudi…sepuluh meter kira-kira jarak longosran dengan posisi mobil…sempat diputuskan untuk kembali sebenarnya namun aku larang karena tidak mungkin dan mustahil dilakukan disamping jalan berkelok dan dan sempit pandangan kebelakang justru akan membahayakan.. lama kutunggu tidak beranjak maju….robi sudah duluan masuk mobil….ayaooo..ku..ulangi aba-abaku…namun tidak kunjung bergerak…tidak jelas idwal….seperti meneriakan sesuatu…kulihat dia melongokan kepala dari jendela mobil……..karena tidak jelas…teriakannya….aku menuju ke arahnya..kenapa…? Jalannya tidak kelihatan tidak berani ambil resiko…..katanya setengah teriak.... hujan semakin deras mengguyur…aku sejenak terdiam dan menatap jalan mengikuti sinar lampu mobil yang menyala….aku seakan terjaga dari tidur….ok tunggu sebentar…. Aku berlari kecil menuju onggokan pohon randu yang tadi ku singkirkan dengan robi, kupatahkan beberapa dahan kecil dari pohon tersebut, ada sekitar lima dahan kecil aku dapat...lalu dengan sebelah kaki kananku....kusisir mana batas jalan dengan bibir jurang.....setelah kurasakan telapak kakiku menekan-nekan dan memastikan kalau itu tanah, ku tancapkan dahan-dahan kecil itu berjejer sepanjang sepuluh meteran dangan jarak antar dahan yang aku tancapkan sekitar satu sampai satu setengah meteran......lalu aku kembali kearah mobil dan menghampiri Idwal, gimana bisa ga.........??!! sebelum idwal menjawab ku jelaskan seperti memberi pengarahan....pake perseneling satu saja...dan tekan pedal gas agak kencang konsentrasikan kemudi dan pandangan lurus...ingat dahan-dahan itu adalah batas badan jalan sebelah kanan dengan jurang.....sebelah kiri jangan pedulikan tak apa gores sedikit ga masalah daripada.......??!! aku tidak meneruskan kata-kataku.....ok siap...!! baik sahut idwal...? aku mundur kebelakang mobil...hujan terus dengan setia mengguyur.........! dari belakang mobil kudengar idwal memainkan gas mobil....satu..dua..kali...wum..wummm,... dan....wwummmmmmmm....mobil melesat membelah genangan air tengah jalan....... cipratan gelombang air terlihat dari kiri kanan badan mobil......Alhamdulillah...ucapku lirih setelah mobil kulihat sudah lepas dari jebakan longsoran maut.......!!! Ya masih terbayang segar dalam ingatanku kejadian itu....!! Malam itu lima kali kami terjebak longsor..... sungguh perjalanan dan pengalaman heroiks yang kami alami sepulang dari Kabupaten Gayo Luwes, tanggal 12 Januari 2006 kucatat rapi dalam dairyku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ku dengar kabar dari pulau ujung barat negeri ini kembali banjir....lama aku menerawang mengingat masa-masa pahit aku dan kawan-kawan membuka babak baru membawa misi suci P2KP dilembah louser agara... Refleks tanganku menggapai telp genggamku...ya aku ingat kawan-kawanku masih disana, masih berjuang...aku ingin tahu nasibnya..... belum sempat ku tekan tut keypad handphoneku......dering pesawat dikamar penginapanku berbunyi nyaring.....menyadarkan segalanya kalau saat ini aku berada diujung timur pulau negeri ini...ya aku sekarang ada ditanah papua...... Hallo..selamat pagi Pak..! terdengar lembut sapaan akrab dan sopan dari petugas resepsionis penginapan ini... ya...pagi kataku..ada apa mbak..?.. ini pak loundry-nya apa bisa diantar kekamar sekarang barangkali mau bapak pakai..? Oh...ya bisa silahkan diantar, jawabku singkat. lalu gagang telpon ku letakan setelah usai berterima kasih.&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa saat terdengar ketukan dari pintu kamarku, setelah kubuka muncul petugas penginapan dengan membawa tumpukan kecil rapi pakaian ku, yang kemarin aku mintakan untuk dicuci, setelah basa-basi seadannya, lalu kusimpan pakaian dialamri kamar penginapan ini, selesai membereskan barang2 lainya dan tak lupa mematikan televisi, aku keluar kamar dan mengunci pintu kamar, satu..dua..tiga anak tangga kulalui guna mencapai lantai bawah penginapan ini.. karena memang kamarku ada dilantai tiga, sampai diruang loby kutitipkan konci kamar dan bergegas menuju jalan raya yang tepat berada didepan penginapan... Tiga hari terakhir ini Jum’at, Sabtu dan sekarang hari Minggu memang sengaja kubuat hari-hari tanpa jadwal ketemu orang-orang tertentu atau orang penting kota ini, sampai hari keenam ditanah papua ini hampir saja aku putus asa, karena tidak kunjung ketemu rumah untuk kantor dan tempat tinggalku, hal ini dikarenakan harga-harga sewa rumah yang aku dapat sendiri atau dari orang-orang yang sempat berkenalan semua mahal yang tentunya sangat jauh dengan budget yang telah ditentukan manajemen, aku sendiri heran dengan kota ini terutama dengan harga-harga kebutuhan sungguh diluar dugaanku sebelumnya, begitu pula yang tadinya aku sangat berharap pada bantuan dan usaha orang-orang pemda untuk mencarikan rumah sewaan sudah tidak bisa aku andalkan, sudah aku sampaikan budgeting untuk sewa rumah tetap saja yang ditawarkan rata-rata rumah di atas 20jt pertahun, ya sorong memang unik, hanya mungkin penting untuk aku sampaikan dalam tulisan ini tentang beberapa hal antara lain:&lt;br /&gt;Kota sorong memang mengundang banyak pendatang baik yang ingin menetap atau sekedar mengadu nasib maupun yang tadinya mengadu nasib di kota sorong kemudian menetap karena berbagai alasan. Dari pengamatan beberapa hari dikota ujung kulon tanah papua ini, baik yang dilakukan siang hari maupun malam hari memperlihatkan kenyataan yang berbeda dari apa yang dibayangkan sebelumnya, beberapa wilayah atau distrik ada yang justru penduduk lokalnya hanya sedikit, selebihnya adalah pendatang itupun kalau dibagi lagi dengan suku asli kota sorong imoi ada beberapa wilayah yang sama sekali tidak ada suku lokal ini berarti 100% penduduknya pendatang,.(data-akan disampaikan pada kajian suku-suku). Ya aku melihat hal ini setelah beberapa hari ini keliling sampai kebeberapa kelurahan pinggiran kota sorong, dan obrol-obrol ringan dengan penduduk yang ku temui, khusus catatan keliling malam hari ada fenomena menarik terkait dengan keberadaan tempat-tempat hiburan ala kota metropolitan dikota ini juga bertebaran pub-pub dan bar juga diskotik belum lagi lokalisasi, hanya yang sedikit mengherankan adalah jarak antara tempat lokalisasi dan pusat hiburan malam dimana bar-bar dan pub-pub tempat karaoke berada letaknya berjauhan entah sengaja ada pembagian wilayah atau memang kebetulan saja. Yang pasti sorong adalah tanah papua yang berbeda. Pusat hiburan malam berada di Kelurahan Kampung Baru dan Klabala Distrik Sorong Barat, sedangkan seperti telah disampaikan sebelumnya Lokalisasi berada diwilayah Kelurahan Malanu dan Klasaman Distrik Sorong Timur jarak antaranya sekitar 12 – 16 Km, Klabala dan Klasaman adalah wilayah sasaran pilot project P2KP-3, dan seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa keramaian kota sorong terjadi pada malam hari. Barangkali hal ini yang membuat kota sorong banyak diminati pendatang. Dan konon katanya penghuni tetap lokalisasi dan bar-bar semua perempuan pendatang. Dan mungkin ada kaitanya juga kenapa harga-harga disini relatif mahal.&lt;br /&gt;Secara geografis kota sorong ini terletak pada koordinat 131051 BT dan 00 54 LS dengan luas wilayah 1.105 Km2, dengan ketinggian 30 meter dari permukaan laut dan suhu udara minimum di kota sorong sekitar 23,10 C dan sushu udara maximum mencapai sekitar 33,70 C. Curah hujan cukup merata sepanjang tahun, artinya tidak ada musim dan tidak terdapat bulan tanpa hujan, banyaknya curah hujan atau hari hujan setiap bulan antara 9 – 27 hari, sehingga menimbulkan kelembaban udara rata-rata tercat 84 %. Hingga tanah dikota ini hampir semua rawa, sehingga apabila ingin mendirikan bangunan harus terlebih dahulu diurug dengan tanah yang didapat dari gunung. Keadaan topografi kota sorong sangat bervariasi terdiri dari pegunungan, lereng, bukit-bukit dan sebagaian adalah dataran rendah, sebelah timur kota ini dikelilingi hutan lebat yang merupakan hutan lindung dan hutan wisata, keadaan geologi kota sorong terdapat hamparan galian golongan C seperti batu gunung, batu kali, sirtu, pasir, tanah urug dan kerikil, keadaaan kota sorong yang terdiri dari gunung, bukit-bukit dan dataran rendah ditandai dengan jurang dan sebagian wilayah dialiri sungai sedang, dan kecil seperti sungai rufei, sungai klabala, sungai duyung, sungai remu, sungai klagison, sungai klawiki, sungai klasaman dan sungai klablim (RKPD Kota Sorong th 2006).&lt;br /&gt;Tiiin...Tiiin....tiba-tiba aku dikejutkan suara klakson mobil, Ya ampun aku baru sadar kalau aku sedang berdiri di pinggir jalan, suara klakson tadi berasal dari mobil angkot yang sekarang aku naiki.... ya sekarang aku naik angkot menuju kantor PM &amp;amp; KB, dimana selama ini aku diberi keleluasaan memakai fasilitas komputer dan internet kantor tersebut. Hari itu aku mau numpang e-mail harga-harga kebutuhan versi sorong ke orang-orang penting dipusat jakrata sana, meski hari minggu tutup tapi karena sebelumnya akau telah dipersilakan kalau mau pakai akses internet, maka aku tinggal ambil kunci kepada penjaga, aku sengat berterima kasih kepada orang-orang di dinas ini yang telah memberikan perhatian dan bantuan serta kepercayaan kepadaku untuk setiap saat butuh bantuan atau perlu fasilitas lain yang kebetulan ada dikantor dinas ini dipersilakan pakai. To be continue...............(suku-suku papua). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114885536924070579?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114885536924070579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114885536924070579' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114885536924070579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114885536924070579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/sedikit-catatan-kota-sorong-ada-satu.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114881523998322679</id><published>2006-05-28T04:06:00.000-07:00</published><updated>2006-05-28T04:41:57.966-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54036.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54091editan.jpg"&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 312px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" height="245" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54091editan.jpg" width="320" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;SOSIALISASI AWAL TINGKAT KOTA (Edisi Impian Jadi Kenyataan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kegiatan, penting atau tidak penting pasti perlu persiapan dan perhitungan yang matang, apabila kegiatan yang dilakukan ingin sukses lancar dan terlaksana dengan baik sesuai harapan. Apalagi apabila kegiatan itu ada tujuan dan misi tertentu. Seperti apa yang dilakukan si Jaka pagi ini.&lt;br /&gt;Pagi itu Kulihat jam masih menunjukkan pukul 04.00 WIT, masih sangat pagi memang, saat sayup – sayup suara lirih alunan ayat- ayat suci menyelinap masuk menyentuh gendang pendengaran telingaku, dengan sedikit kupaksakan, aku beranjak dari tempat pembaringanku, saat ku buka pintu kamar kulihat si Jaka sudah asik di depan laptop nya, ya alunan ayat-ayat suci lirih itu, ternyata bersumber dari lap top si Jaka...... Agak heran aku melihatnya, tidak seperti biasanya si Jaka sudah bangun sepagi itu , aku tidak berani menggangunya meski sekedar menyapa, karena tampak sangat serius, pandangannya lurus menatap tajam nampak sangat konsentrasi , sesekali diselingi dengan gerak tangannya menggeser dan menekan mouse mungil itu, betul-betul serius dia. Hingga tidak keluar sepatah katapun menyapa diriku, .... Ah biarlah dia sedang serius betul. Hanya apa ya..?....kira-kira yang membuat dia segitu serius.? Aku bertanya-tanya dalam hati. Ya benakku terus bertanya..? Aku bergegas ambil air wudhu dan kusapa amparan sajadah yang memang setiap hari dengan setia menunggu setiap ciuman ikhlas orang-orang yang pasrah diri dan sadar akan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, dengan masih membawa tanda tanya dalam benakku tentang si Jaka, kulalui ritual sembahyang pagiku. Entah gimana awalnya tiba-tiba waktu sujud ketiga dari jumlah empat sujud dalam sholat pagiku itu, aku teringat tentang Si jaka kenapa sepagi itu dia sudah bangun...., yah... Si Jaka siangnya pernah menyampaikan kepdaku bahwa besok selasa 23 Mei 2006 hari ke 20 di mana aku dan si Jaka menginjakkan kaki di tanah Papua. Dia bilang akan melakukan presentasi dalam rangka sosialisasi tingkat kota tentang P2KP ( Program Penanggulngan Kemiskinan di Perkotaan ) di mana kami sama-sama tergabung dalam program ini, katanya sih...., yang akan hadir dalam acara tersebut adalah semua kepala dinas di pemerintahan kota Sorong..... Ya dalam sujud itu baru aku ingat dan sadar kenapa si Jaka serius banget. Kalau begitu pantas Si Jaka pagi – pagi buta sudah menyapa laptop nya , tentu banyak yang harus dia persiapkan, diantaranya apa saja yang mau disampaikan , bagaimana caranya, dll, apalagi konon Wali kota , Sekda Kabag- Kabag, Kadis- Kadis , dan semua pejabat penting di pemerintahan kota Sorong akan hadir.. Waaah.... berat juga beban si Jaka..! kataku membathin. Tapi aku percaya pasti dia mampu melakukannnya, aku sangat yakin dia mampu karena dari sekian hari kami bergaul Si Jaka memang ada kemampuan dan sepertinya sangat paham dengan yang diinginkan P2KP , meski kadang-kadang yang aku tidak suka dari nya adalah terlalu santai, tapi barangkali pembawaannya memang demikian.&lt;br /&gt;Aku membayangkan semisal Si Jaka itu aku...?, belum tentu bisa kulakukan, bagaimana bisa kulakaukan..? berbicara ditengah-tengah komunitas yang sama sekali tidak pernah tahu dan terlibat sebelumnya, apalagi ini orang – orang penting nomor satu sampai dua puluh barangkali, pemerintahan kota ini. Tiba – tiba aku ragu lagi sama Si Jaka, bisa tidak dia melakukannya...? bayangkan saja beban dan tangung jawab Si Jaka tidak sekedar menyampaikan, akantapi juga menyadarkan orang -orang penting itu..., untuk ambil bagian dalam program ini sesuai kapasitas dan perannya, sehingga P2KP pelaksanaannya kedepan, tidak lagi tergantung ada tidaknya konsultan pendamping. Disamping itu Si Jaka harus juga menyampaikan pentingnya Pemkot membentuk Tim Koordinasi Tingkat Kota yang juga sebagai KPK ( Komite Penanggulangan Kemiskinan ) Daerah/Kota yang pada nantinya KPK ini secara sinergis dapat menyusun dan membuat rencana-rencana/program penanggulangan kemiskinan atau SPKD (Strategi Penanggulangan kemiskinan Daerah )-nya dan disusun berdasarkan masukan- masukan semua komponen dikalangan pemerintah dan masyarakat serta berdasarkan juga pada hasil telaah kritis dari PJM Pronangkis yang dibuat oleh BKM ( Badan Keswadayaan Masyarakat ) bersama masyarakat melalui serangkaian kegiatan siklus P2KP dan proses perencanaan parsitipatif..! Sehingga diharapkan SPKD nanti bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menanggulangi persoalan-persoalan daerah dan masalah kemiskinan di wilayahnya...... Artinya replikasi P2KP disini dapat dilakukan oleh pemerintah kota setelah pendampingan konsultan berakhir masanya.&lt;br /&gt;Disisi lain si jaka juga berkewajiban untuk menyampaikan pada acara tersebut, perlu adanya dukungan dan komitmen pemerintah untuk menyediakan BOP pendamping bagi Tim Koordinasi yang dibentuk, PJOK yang diangkat, dan kegiatan – kegiatan lain di kelurahan guna memperlancar kegiatan dan mungkin lebih penting lagi adalah salah satu aktivitas kajian dan belajar internal agar penghayatan dan pemahaman konsep P2KP secara utuh terjadi.., aktivitas ini semacam forum yang dilakukan bisa dimulai dari tingkat kelurahan dengan KBK ( Komunitas Belajar Kelurahan ), sampai KBP ( Komunitas Belajar Perkotaan ), eksistensi, KBK dan KBP ini juga merupakan manifes dari fungsi KPK – D/K untuk menumbuh kembangkan KBP sebagai pusat pembelajaran ( Learning Center ), sisi penting lain dari kegiatan ini adalah bisa dimanfaatkan untuk mengkaji dan mendiskusikan isu-isu penting seputar kemiskinan dan fakta-fakta lapangan selama dan paska pendampingan oleh P2KP. Ini penting disampaikan oleh Si Jaka kataku, dalam hati........ Terus aku juga membayangkan pasti dalam pertemuan tsb akan muncul pertanyaan terutama dari Kepala Distrik seputar kenapa P2KP tidak merata, beritanya tidak semua kelurahan yang ada di Distrik mendapatkan program P2KP. hal ini penting disampaikan oleh Si Jaka, bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ketentuan wilayah ini didasarkan pada Podes 2003 di mana kota Sorong masih terbagi dalam dua Distrik (kecamatan) dengan delapan (8)kelurahan.&lt;br /&gt;2) Pelaksanaan P2KP tahap ini merupakan Pilot Project yang tujuannya mengkaji pelaksanaan siklus P2KP yang hasilnya menjadi bahan...... panduan dan rekomendasi pelaksanaan P2KP reguler nantinya.&lt;br /&gt;3) Terkait adanya pemekaran bisa disampaikan laporan ke pusat bersamaan dengan hasiln verifikasi kelurahan sasaran pada saat yang sama bisa disampaikan usulan / pengajuan wilayah sasaran dengan didukung data – data penduduk pra KS dan KS1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Jaka tahu apa tidak ya tentang hal ini....?,&lt;br /&gt;Ah mudah-mudahan Si Jaka tahu akan hal itu... harapku menggumam.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu mestinya fasilitator juga diajak dan diperkenalkan kepada semua yang hadir, tentunya ini penting dilakukan untuk mempermudah koordinasi sekalian juga disampaikan bahwa dalam Tim fasilitator ini ada putra daerahnya. Tapi meskipun tidak disertakan tim fasilitator bukan masalah karena satu hari sebelumnya , senin 22 Mei 2006 Si Jaka sudah membawa keliling tim FK diantaraya aku juga, datang ke Sekda, Kepala- kepala distrik / kecamatan wilayah sasaran . Ya hari itu bapak DF.Kambuaya ( Sekda ) menyambutkami dengan baik dan berharap selalu ada koordinasi.&lt;br /&gt;Ingatanku kembali kebeban si Jaka yang akan melakukan sosialisasi, terbayang suasana dan ruang pertemuan yang mewah dan ber AC dimana si Jaka duduk di depan jejeran meja bertutup kain hijau dimana, disitu juga sudah terdapat jejeran botol air minum bermineral dan dua sampai tiga ... microphone diatas meja, aku bayangkan si Jaka duduk di tengah – tengah atau disamping kiri maupun kanan dan sebelahnya duduk pula walikota atau yang mewakili , kemudian ada kepala Bapeda , Kadis PU dan Kadis Pemberdayaan masyarakat dan Pejabat dan yang terkait dengan program ini, dihadapan jejeran meja terdepan itu duduk rapi para punggawa lain dan masinis pemerintahan kota Sorong, dengan seragam kebesaran coklat muda dan abu- abu dengan ber pin kan lambang garuda menunjukkkan bahwa orang timur ini adalah bagian dari bentuk pengakuan sebagai warga Indonesia yang setia, sebagaimana kebiasaan pertemuan yang dilakukan forum-forum resmi pemerintah, mendengarkan menerima arahan dan instruksi lalu bicara anggaran, kemudian bubar pulang dan masing-masing sibuk mencairkan dana ke bagian keuangan sesuai besaran yang disampaikan, setelah itu tugas dan kewajibannya berjalan atau tidak , tidak akan pernah terpikirkan, Nah... ini juga kewajiban si Jaka untuk merubah sedikit demi sedikit mental dan moral yang sudah lama meracuni birokrasi kita, paling tidak nantinya si Jaka bisa mendapatkan relawan-relawan dari pelaku birokrasi ini, yang siap berjuang demi memanusiakan manusia dengan ikhlas tanpa pamrih, githu loh..&lt;br /&gt;Acara dimulai dan aku bayangkan si Jaka dengan laptop teman karibnya memulai presentasi dan memaparkan segala tentang P2KP dan fungsi serta peran pemerintah daerah dalam program ini. Setelah menjawab berbagai pertanyaan aku membayangkan bagaimana si Jaka mengarahkan forum dalam kegiatan ini untuk membuat semacam RKTL ( Rencana Kegiatan Tindak Lanjut ) antara lain agenda pembentukan tim koordinasi / KPK dan mengangkat PJOK , serta kegiatan lainnya sesuai dengan peran dan fungsi Pemkot.&lt;br /&gt;Gedombrang .....brang.... brang....teng...! tiba – tiba aku terjaga dan kaget bukan kepalang, wuh.... sialan !! suara apa itu ( makiku dalam hati.... ). Ngeooooooong.....kulihat si manis berkelebat dari depan Pandanganku dan terus berlari .... dasar kucing sialan (makiku dalam hati) ..... bikin orang kaget saja ...! Lalu karena kulihat dari celah pintu belakang nampak menyelusup cahaya terang mentari, aku bermaksud bangkit...... tapi tiba – tiba kakiku serasa sakit digerakkan dan rasanya ngareeeey ( sunda ) kaku , ya kakiku ternyata kesemutan, otomatis kembali aku terduduk.... Dan sesaat kemudian tiba-tiba aku sadar sambil duduk dan meluruskan kaki aku mengingat apa yang baru saja aku alami, ya aku ingat bukankah tadi sedang sholat fajar / subuh.... dan Masya Allah.....!!!! aku makin kaget lagi..... bukankah aku tadi belum selesai sholat dan baru sujud ketiga ..... ya ampun jadi aku sujud kemudian tidak bangun lagi alias kebablasan tertidur........!!! aku tertawa sendiri terbahak-bahak lucu dan menggelikan menyadari apa yang barusan aku alami...... pasti gara-gara si Jaka nih..... sholatku terpotong...... lima belas menit aku duduk sambil kuluruskan kaki agar peredaran darah kembali normal.... setelah kakiku terasa enak digerakkan, aku beranjak dari tempat di mana aku lakukan sholat di kamar belakang yang kami fungsikan sebagai mushola atau tempat sholat. Begitu keluar dari kamar sholat aku tengok kanan kiri semua begitu lengang dan sepi suasananya, sudah tidak ada orang, kulihat ke meja pojok di mana si Jaka selalu dan tadi pagi menghabiskan waktunya di sana dengan laptop kesayangannya sehabis keliling atau koordinasi... disana si Jaka sudah tidak tampak lagi ..... !! begitupun dengan yang lain, karena kami di rumah plus kantor ini sehari hari bertiga. Ah .... Jaka.... Jaka.... gara – gara kamu aku saampai tertidur, dalam sujudku (bathinku mengguman). Ya Allah mudah – mudahan saja si Jaka sukses. Kulihat jam dinding telah menunjukan pukul 09.10 WIT. Gila .... gila....gila bener sebegitu lama aku tertidur,.. lima jam.....luar biasa...!! pantas si jaka suka menjuluki aku dengan Pillor ( nempel molor ).. Kemudian aku bergegas ke kamar mandi setelah bersih – bersih rumah seperlunya, selesai mandi aku berpakaian rapi dan kubawa buku pedoman P2KP yang selama ini jadi teman terdekatku. Ku kunci pintu rumah dan seperti biasa kunci aku taruh di bawah keset ( memang kesepakatan kami untuk yang keluar paling akhir kunci taruh di bawah keset ). Pukul 14.00 WIT aku pulang ke rumah setelah aku selesaikan urusan di luar sana. Sesampai di rumah sudah kumpul, di mana ku lihat si Jaka sedang bercerita duduk mengelilinginya, antara lain si manis Trivina/Ipha ( operator ), sicantik semapai Anna ( sekretaris ), pak Sapto( Kepala Suku ) karena belia yang paling tua di tim kami, Michael dan Ishac tidak tampak di situ. Lalu aku segera gabung basa basi seperti tiap harinya si Jaka suka nanya ini itu seputar kegiatanku dan temuan di lapangan. Ya aku ceritakan sesuai yang aku alami hari itu..... kegiatan lapanganku tak lupa aku ceritakan prihal kejadian sujud subuhku. Dengan mimik serius aku mulai bercerita, semua tampak serius mendengarkan ceritaku. Belum sempat kututup certaku.........???. kontan semua tertawa .......dan mengolokku ..... dasar pelorr seru si Jaka ditujukkan kepadaku..... mas-mas ko bisanya sergah sicantik Ana, pak De dan Ipha seperti biasa hanya tersenyum penuh arti.....! ssstttttt..... si Jaka menyela ketawa dan suasana jenaka kami......, (Kemudian si Jaka dengan gaya bertutur yang khas memberi penjelasan) Tapi aku (si Jaka) sendiri heran lho.. ternyata apa yang ada dalam mimpimu itu, semua persis aku alami, betul-betul persis dan tidak ada yang kurang, semua aku (si jaka) lakukan di pertemuan itu, kalau gak percaya tanya saja ini pada Ipha, atau Anna ....ya kan.....??? kata si jaka sambil melirik pada Ipha dan Ana seperti minta diperkuat..!! Ipha maupun Anna masih sambil menahan tawa mengiyakan pernyataan si Jaka. Akhirnya suasana kembali ramai dengan gelak tawa dan riang, siang itu kembali kami mendiskusikan perkembangan lapangan dengan mendengarkan beberapa hal yang disampaikan pak de Sapto, dan ditambahi beberapa komentar dan masukan dari si Jaka.&lt;br /&gt;Esoknya sekitar pukul 08.15 WIT tidak sengaja iseng aku terdengar siaran berita RRI Sorong. Kali ini aku tidak tertidur dalam sujud, mungkin karena tidak ada sesuatu yang aku pikirkan. dari berita di radio itu aku dengar dengan jelas tentang P2KP sebagai program penaggulangan kemiskinan di kota Sorong dengan berbagai penjelasan lain ditambahkan pula kata – kata oleh si penyiar berita dari hasil kegiatan sosialisasi di Sute Room Wali Kota, P2KP akan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat selama empat bulan Pilot Project dengan empat kelurahan untuk selajutnya kalau hasil uji coba ini rekomendasinya memungkinkan dan kondusif untuk dilaksanakan, maka dua sampai empat tahun ke depan, P2KP akan ada di kota Sorong seperti yang dijelaskan oleh koordinasi P2KP dari pusat untuk di kota Sorong (sipenyiar menyebutkan nama seseorang yang tidak asing ditelingaku, Jaka ). Aku .....semakin yakin dan percaya bahwa mimpi sujudku menjadi nyata di alami si Jaka dan sukses.............syukurlah.&lt;br /&gt;Tapi yang bikin aku heran ko bisa mimpiku ini persis dialami si jaka yah.. dan lebih heran lagi apa yang ada dimimpiku aku seperti ngerti betul dan paham dengan arah P2KP dan peran pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan ini, keheranan ini tidak saja dialami diriku, tapi semua yang mendengar ceritaku keheranan dibuatnya....... Ah biarlah yang penting menurutku acara SOSIALISASI AWAL TINGKAT KOTA SUKSES dan si jaka sudah melaluinya dengan baik. Mungkin untuk memahami P2KP aku harus bermimpi dulu... dan mungkin untuk mengetahui kenapa hal ini terjadi padaku.. aku harus tidur dan mimpi lagi agar ketemu jawaban yang aku inginkan... sekian yah aku mau tidur lagiiii...iiiiiiiiiiii......??!!!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114881523998322679?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114881523998322679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114881523998322679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114881523998322679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114881523998322679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/sosialisasi-awal-tingkat-kota-edisi.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114881303745549444</id><published>2006-05-28T03:35:00.000-07:00</published><updated>2006-05-28T03:59:57.480-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Membangun sebuah Team Work memang bukan hal mudah karena butuh bukan saja saling mengerti satu sama lain, labih dari pada itu memahami apa yang akan dikerjakan dan penghayatan terhadap tugas dan tanggungjawab adalah hal terpenting dalam Tim. Oleh karena itu keterlambatan Tim Fasilitator Kota Sorong adalah menentukan nama-nama dan menjaringnya sehingga dari sisi keilmuan dan kemauan juga personality-nya dapat mendukung untuk bekerjasama dan sama-sama bekerja , dua hal yang berbeda inipun penting diikat dan diparalelkan sehingga mewujudkan Tim yang solid dan utuh. Sisi lain adalah jiwa-jiwa individu yang siap mengabdi dan berpola pikir pro poor serta memiliki integritas, peka dan respon terhadap fenomena ketidak adilan dan penindasan, ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan adalah tanggungjawab semua pihak termasuk calon fasilitator. Beban berat inilah salah satunya membuat Tim FK kota sorong terlambat dibentuk. Tidak adanya kejelasan tentang mekanisme dab dukungan lain, hanya hal kecil saja den sedikit sekali pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Fasilitator Pilot Project P2KP-3 Sorong Irian Jaya Barat, tanggal 21 Mei 2006 telah selesai mengikuti coaching sederhana yang dilaksanakan Korkot Sorong sejak Hari Jum’at tanggal 19 Mei 2006, kegiatan coaching ini dilaksanakan marathon meski tanpa dukungan dana dari management tapi tidak mengurangi makna dan antusiasme para calon fasilitator untuk mengikutinya.&lt;br /&gt;Proses pengumuman terbatas dan penjaringan sudah dilakukan sejak hari Kamis, 11 Mei 2006, bahkan sejak datang menginjakkan kaki ditanah papua ini, Pengumuman terbatas artinya peluang atau kebutuhan calon FK ini diinformasikan kepada Kepala Dinas PM &amp; KB, Sekda dan Bappeda, juga dilakukan survey tenaga potensial, pada pelamar yang terdaftar di Depnaker, hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, setelah menunggu sekian lama baik dari Dinas PM&amp;amp;KB, Bappeda maupun Sekda tidak ada referensi nama yang bisa diikutkan seleksi penjaringan atau test yang kita rencanakan, sehingga target tanggal 14 Mei 2006 definitif nama calon sudah ada, (diluar nama yang telah korkot dapatkan). Akan tetapi sampai batas waktu kurang dua hari yang kita rencanakan tidak muncul juga, beberapa kali kita tanyakan jawabannya masih mencari. Setelah FK yang dilatih dijakarta datang kami bertiga berembug dengan Fasilitator (Pak De Sapto dan Tamharuddin), akhirnya disepakati untuk memanggil calon yang sudah ada dengan mencari nama calon tambahan, Akhirnya dengan bantuan salah satu teman pa Edhie Djatmiko, yaitu bapak Ning Sancoyo, tanggal 13 Mei 2006 muncul empat nama calon FK ditambah dua nama dari Korkot antara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Ishak Samuel Wuwuti&lt;br /&gt;Jl.Nuri 16 Remu Utara Sorong&lt;br /&gt;S1 Kedokteran&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Ana Febriyantie&lt;br /&gt;Jl.Makasar 32 Sorong&lt;br /&gt;S1 Pendidikan&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Trivina N Sosir&lt;br /&gt;Raja empat kep.sorong&lt;br /&gt;S1 Kesehatan Masy.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Yeremias Karet&lt;br /&gt;Ayamaru Kep.Sorong&lt;br /&gt;S1 Teknik Sipil&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Mieke L Matahelumual&lt;br /&gt;Jl.Melati Raya R. Selatan Sorong&lt;br /&gt;S1 Pendidikan&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Maikel Salossa&lt;br /&gt;Klabala Sorong&lt;br /&gt;S1 Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami berembug untuk menentukan strategi seleksi seperti apa. Akhirnya dengan dukungan kawan-kawan diputuskan untuk dipanggil semuanya tes wawancara dan tes tulis dengan metode seperti yang dilakukan dicipanas dimana selain wawancara calon fasilitator juga diminta membuat tulisan dan mempresentasikannya, tentu sebelumnya telah dilakukan seleksi administrasi. Seleksi dan coaching calon fasilitator lokal memakan waktu delapan hari terhitung sejak tanggal 13 Mei 2006 samapi 21 Mei 2006, dimana dua hari untuk menentukan nama-nama (dikonsultasikan pula kepada dinas PM&amp;KB ), yang akan diikutkan coaching. Dua hari seleksi administrasi dan wawancara, tiga hari pelaksanaan coaching, dan puji syukur semua berjalan dengan baik dan lancar, sehingga tim pilot P2KP-3 kota sorong telah lengkap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang mengikuti kegiatan coaching, dari tanggal 19 – 21 Mei 2006, nama-namanya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;Ishak Samuel Wuwuti&lt;br /&gt;Jl.Nuri 16 Remu Utara Sorong&lt;br /&gt;S1 Kedokteran&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Ana Febriyantie&lt;br /&gt;Jl.Makasar 32 Sorong&lt;br /&gt;S1 Pendidikan&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Trivina N Sosir&lt;br /&gt;Raja empat kep.sorong&lt;br /&gt;S1 Kesehatan Masy.&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Maikel Salossa&lt;br /&gt;Klabala Sorong&lt;br /&gt;S1 Ekonomi&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Tamharuddin&lt;br /&gt;Bogor Jawa Barat&lt;br /&gt;S1 Sosial&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Sapto Nugroho&lt;br /&gt;Klaten Jawa Tengah&lt;br /&gt;S1 Hubungan Intern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan selanjutnya pasca coaching adalah dimobilisasi /dikenalkan ke distrik dan kelurahan sasran, dilaksanakan tanggal 22 Mei 2006 dengan diantar Korkot dan seorang staf dinas PM &amp;amp; KB, kami mengawali kunjungan ke Distrik Sorong Timur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114881303745549444?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114881303745549444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114881303745549444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114881303745549444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114881303745549444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/satu-untuk-semua-semua-untuk-satu.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114875997440742358</id><published>2006-05-27T12:38:00.000-07:00</published><updated>2006-05-27T12:59:34.416-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54088.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/200/SSA54088.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan kami yang terakhir hari itu didistrik sorong dimana Kelurahan Klademak salah satu kelurahan diwilayah kerja distrik Sorong, adalah kelurahan sasaran P2KP-3 Pilot, disini kami tidak bisa ketemu langsung dengan kepala distrik menurut sekdistrik/sekcam_nya Imran kepala distrik sedang melakukan tugas koordinasi ke jakarta. Di sini kamipun disambut baik dan sudah ditunggu-tunggu sejak lama pasca sosialisasi oleh pemda sebelum tim P2KP hadir di kota sorong dengan semangat pak Imran menjelaskan berbagai hal mengenai Klademak dan distrik sorong secara umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114875997440742358?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114875997440742358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114875997440742358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875997440742358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875997440742358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/kunjungan-kami-yang-terakhir-hari-itu.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114875840732423268</id><published>2006-05-27T12:21:00.000-07:00</published><updated>2006-05-27T12:33:27.333-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54083.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54083.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Di distrik Sorong Barat Tim diterima langsung oleh Kepala Distrik Abu Bakar Al-Hamid S.Sos Beliau menyambut dengan baik bahkan beliaunya berkomitmen untuk menugaskan stafnya untuk selalu ikut dalam setiap kegiatan pendampingan oleh Tim Fasilitator di kelurahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114875840732423268?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114875840732423268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114875840732423268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875840732423268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875840732423268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/di-distrik-sorong-barat-tim-diterima.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114875547978004544</id><published>2006-05-27T11:25:00.000-07:00</published><updated>2006-05-27T12:16:07.936-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54079.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54079.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tim  berpose bersama bapak Kepala Distrik (kecamatan) Sorong Timiur Rahman S.Sos. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memperkenalkan Tim dan sekaligus koordinasi awal, disorong timur tim diterima langsung oleh bapak Rahman S.Sos&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114875547978004544?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114875547978004544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114875547978004544' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875547978004544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875547978004544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/tim-berpose-bersama-bapak-kepala.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114875205726530376</id><published>2006-05-27T10:31:00.000-07:00</published><updated>2006-05-27T11:19:13.020-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;SORONG &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54077.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54077.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; THE REAL TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Team Pilot P2KP-3 Sorong telah lengkap, untuk salaing bahu membahu dalam menjalankan tugas, semua sudah diikat dengan ikrar dan komitmen untuk saling membantu satu sama lain bekerja sama sebagai sebuah team yang solid tanpa melihat kedudukan dan status, jabatan fungsional hanya sebagai fungsi administrasi saja. Semoga sukses dan dapat membawa P2KP disorong ini sukses sesuai dengan yang diharapkan semua pihak Amiiin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut nama-nama pasukan kota sorong.&lt;br /&gt;1.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ishak Samuel Wuwuti&lt;br /&gt;Jl.Nuri 16 Remu Utara Sorong&lt;br /&gt;Fasilitator&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;Ana Febriyantie&lt;br /&gt;Jl.Makasar 32 Sorong&lt;br /&gt;Sekretaris&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;Trivina N Sosir&lt;br /&gt;Raja empat kep.sorong&lt;br /&gt;Operator&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Maikel Salossa&lt;br /&gt;Klabala Sorong&lt;br /&gt;Fasilitator&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;Sapto Nugroho&lt;br /&gt;Kalten Jawa Tengah&lt;br /&gt;Senior Fasilitator&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;Tamharuddin&lt;br /&gt;Bogor Jawa Barat&lt;br /&gt;Fasilitator &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MOTO TEAM P2KP-3 PILOT PROJECT SORONG Yang di sepakati dan senantiasa kita kembangkan dan pegang teguh adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JUJUR&lt;br /&gt;BERTANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;PANTANG MENYERAH&lt;br /&gt;EMPATY&lt;br /&gt;PROFESIONAL&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114875205726530376?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114875205726530376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114875205726530376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875205726530376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875205726530376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/sorong-real-team-sekarang-team-pilot.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114875002818231628</id><published>2006-05-27T09:56:00.000-07:00</published><updated>2006-05-27T10:13:48.190-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54031.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54031.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ccffff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sorong Yang Kukenal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ccffff;"&gt;Kota sorong merupakan gerbang utama/pintu masuk pulau papau dan kota sorong merupakan kota persinggahan yang nyaman untuk daerah-daerah yang ada dipropinsi irian jaya barat, hingga perkembanagn pembangunannya begitu cepat, sorong kini hampir biasa disejajarkan dengan kota-kota lain dipulau jawa. Keaneka ragaman budaya dan adat serta suku merupakan ciri khas kota sorong. Hanya percepatan pembangunan dan banyaknya pendatang hadir ke kota sorong belum sepenuhnya siap dihadapi oleh penduduk asli/suku asli kota sorong yaitu suku moi dan yang lainnya, sehingga mereka memilih menyingkir ke pegunungan dan pinggiran kota, ini desebabkan tidak mampu bersaing dengan suku pendatang atau ada rasa minder. Oleh karenanya dengan datangnya program P2KP diharapkan dapat juga mengajak suku asli sorong dalam segala kegiatan pembangunan, karena ternyata pemerintahan yang sekarang kurang begitu memperhatikan mereke. (ringkasan karya tulis Isac samuel wuwuti dalam sorong yang kukenal) 14 Mei 2006.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114875002818231628?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114875002818231628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114875002818231628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875002818231628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114875002818231628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/sorong-yang-kukenal-kota-sorong.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114874337086296694</id><published>2006-05-27T07:47:00.000-07:00</published><updated>2006-05-27T10:26:41.500-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54024.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54024.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Neng Ana lagi mem presentasikan hasil karya tulisnya , tentang sorong dimata si Ana cantik.&lt;br /&gt;Ini test calon faskel ala pak de Sapto.&lt;br /&gt;Kantor Korkot Tanggal 14 Mei 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114874337086296694?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114874337086296694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114874337086296694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114874337086296694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114874337086296694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/neng-ana-lagi-mem-presentasikan-hasil.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114847945206696374</id><published>2006-05-24T06:57:00.000-07:00</published><updated>2006-05-24T07:22:06.776-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54012.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54012.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;PREMAN YANG DIPALAK PREMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba dikota sorong tepat pukul 17.15 WIT transit dimakasar hampir lima jam, namun demikian Alhamdulillah selamat, malah dipesawat saya dapat kenalan cewek (kodratillah saya selalu dapat kenalan cewek emang play boy cap dua kelinci kali..?) asli sorong turunan bugis banyak ngobrol tentang harga2 dan kondisi sorong kebetulan dia punya show room motor dan sedikit tahu ttg harga kendaraan (dari obrolan iseng itu dapat disimpulkan bahwa memang disorong harga kebutuhan mahal, tetapi kehidupan masyarakatnya kondusif kecuali kebiasaan anak muda lokal yng suka mabok2 dan narget malak, namun saya belum percaya 100% seblm membuktikan) .&lt;br /&gt;Sampai dibadara DEO (Dominiq Eduard Osok) sorong saya sudah dijemput taxi mamberno atas perintah Pa Johanes Nauw (Bappeda) saya langsung diantar ke Hotel waigo, chek in di kamar standart permalam 170.000rb. belum pajak, Istirahat sebentar lalu saya hubungi semua nomor kontak yang saya peroleh yaitu Kepala Bappeda sorong, satker Propinsi, dan pa Ning Sancoyo (teman pa edi Tl ) juga saudaranya bu galuh, semua tersambung kecuali satker propinsi. Dengan Bappeda saya janjian besoknya untuk ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke esokan harinya Rabu 03 Mei 2006 pukul 10.30 WIT saya ketemu Bappeda Bapak Johanes Nauw ( Pa Anis ) dan Kadis PU Amushkasi, dikantor Bappeda, saya laporkan tentang maksud kedatangan saya dan saat bersamaan saya serahkan surat tugas dan pengantar direktur, sambutannya cukup baik, Bappeda ada komitmen untuk mengkoordinasikan kembali Tim Koordinasi yang sudah dibentuk agar dapat difungsikan dan dioptimalkan, bahkan saking baiknya penginapan dan transportasi sya selama dua hari beliau yang bayar, (Alhamdulillah saya senang). Hari itu juga sebetulnya saya minta difasilitasi untuk ketemu walikota Bapak J.A Jumame, namun karena beliau lagi sakit tidak bisa ketemu lalu saya minta ketemu sekdanya Bapak D.F Kambuaya, karena beliau lagi sibuk menjelang Musrenbang, besoknya saja saya diminta datang (hari kamisnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan dengan Bappeda dan Kadis PU menghasilkan beberapa informasi tentang sorong juga rencana koordinasi dengan walikota dan rencana sosialisasi tingkat kota, salah saya saat itu tidak bawa Schedule pelaksanaan pilot karena memang belum diprint out, Akan tetapi hal itu tidak mengurangi makna dari pertemuan dan sambutan Bappeda dan PU setempat.(jadwal ketemu lagi hari senin sambil memberi kesempatan saya mencari tempat serta karena kesibukan bappeda menjelang musrenbang) dalam kesempatan tersebut saya juga sampaikan target tiga hari disorong sudah mendapatkan tempat untuk sekretariat dan sewa kendaraan operasional, mereka siap membantu dan memfasilitasi pencarian, namun informasi mereka rumah dan sewa kendaraan disorong sangat mahal.&lt;br /&gt;Diperoleh informasi dari keduanya bahwa TKPP kota sorong sudah pernah dirapatkan dan dibentuk namun karena sesuatu hal diantaranya kejelasan kapan P2KP akan turun ke kota sorong sehingga tim koordinasi kota yang sudah terbentuk belum dapat bekerja optimal menunggu arahan dari pihak proyek pusat, tentang tugas dan tanggungjawab serta kewenangannya, hingga pada pertemuan tersebut berharap banyak pada saya selaku orang P2KP membantu dan memberikan arahan tentang teknis dan mekanisme pelaksanaan P2KP, terutama terkait dengan tufoksi TKPP, nah loh…. Saya sendiri substansi TKPP seperti apa rada-rada kurang tahu ko…..? Tapi yang jelas itu memang kewajiban saya untuk mencoba memberikan gambaran tentang itu, tambahan dari dinas PU bahwa satker yang sudah ditunjuk di tingkat propinsi sama sekali tidak pernah melakukan koordinasi ke wilayah, meski lewat komunikasi via telp atau apa, bahkan beliau mengatakan tidak tahu siapa satker-nya, ditimpali oleh pa anis memang demikian kondisinya, saya bertanya mungkin lewat walikota, ga ada juga katanya, obrolan terus berlanjut tentang bagaimana kondisi masyarakat kota sorong yang heterogen, bahkan kata pa anis dibaratkan kota sorong ini adalah Indonesia Mini saking heterogennya semua etnis dan suku di sorong ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai koordinasi Pukul 13.15 WIT Saya jalan, orientasi lapang dalam kota sambil mencari sewa rumah dengan diantar oleh Pak Kamaluddin ( yg kemudian diketahui ternyata beliau adalah Ketua DPC Organda Sorong), tapi saya lebih dulu ingin tahu wilayah yang bakal menjadi sasaran program dan sarana transportasinya yg ada, tapi karena wilayahnya ada yang jauh yaitu klaseman (yang kemudian hari diketahui diwilayah tsb lah PSK bersemedi untuk mendapatkan wangsit/senjata alias bedogna lalaki hidung belang) (selama jalan kami makan satu kali dan memang mahal bayangin aja warung biasa satu orang 25 rebu Bo…). Dari pa Udin juga didapat informasi bahwa disini penduduknya sedikit mudah tersinggung, saya penasaran kan..? tersinggung bagaimana, kata pa udin kalau saya nanti kelapangan dengan tim fasilitator jangan sesekali memakai istilah miskin orang sini ga bakal terima dan bisa-bisa marah, lebih baik pake istilah lain yaitu pra sejahtera atau ekonomi lemah.. wah..wah kan sama saja toh ( dalam hati saya panduan umum harus dirubah nih untuk dipapua istilah refleksi kemiskinan jadi refleksi ekonomi lemah donk…padahal yang dimaksud kemiskinan dalam P2KP, kemiskinan bukan hanya ekonomi saja tapi lebih luas lagi dalam pengertiannya ) Pak Udin juga menyampaikan bahwa disorong ini jangan bapak bayangkan seperti wilayah Irian lainnya identik kulit hitam dan terbelakang, Sorong itu bahkan banyak pendatangnya daripada penduduk asli….( ya memang sepanjang perjalanan banyak juga orang kulit putih, kuning, cokelat dan yang berkerudung banyak juga. Kami istirahat sholat dimajsid agung / akbar Sorong, hari ini saya dapat gambaran rumah cuma ya itu ampun harganya luar biasa mahal, bayangin saja type kalau dijawa 36 minta 15 juta kosongan lagi udah dinding sebagaian kayu/triplek, tentunya kurang layak untuk dijadikan sekretariat. Kemudian kami jalan lagi menuju kelurahan rufei dimana kelurahan tersebut adalah sasaran P2KP dan kebetulan pa udin punya saudara tapi berhubung yang bersangkutan tidak ada saya minta ditunjukkan batas-batas desa rufei karena kekelurahan sudah tutup dan pa lurah domisilinya jauh diluar kel.rufei, selesai itu kami putuskan untuk pulang kepenginapan. Tiba di hotel sekitar jam 17.25 WIT wah lelah juga rasanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya saya jalan lagi kali ini sendirian bermodalkan nekad saya naik angkot menuju klademak mau cari voucher karena sudah deat pulsanya, sekalian ingin tahu suasana malam, wah memang rada was-was sepanjang perjalanan yang kebetulan menyisir pantai, dari hotel menuju pusat kota klademak/Remu ramai pemuda duduk dibethon pembatas pantai dgn darat, ada yang berpasangan ada yang bergerombol sesama pemuda ada juga duduk diwarung tenda malam yang memang banyak berjejer disepanjang pantai tersebut, ramai kali saya agak tenang karenanya, akan tetapi begitu sadar sdg dalam angkot, baru deg-degan lagi, bagaimana tidak, nengok kebelakang (saya duduk didepan samping supir) semua penumpang diam dengan wajah angker, sudah hitam legam, diam angker pula, ( wah pa udin bohong nih, heran siang tadi banyak ko yang kulit campur ) duh pokonya bikin hati deg-degan, yang menjadi agak tenang lagi sisupir nyetel musik keras2 ( oh ya jangan heran disorong hampir dipastikan semua angkot memutar musik keras2 hingga dentuman suara musik menenggelamkan suara derunya kendaraan dijalan raya; untuk ini belum dapat informasi kenapa kebiasan ini dilakukan oleh supir angkot) sehingga ada alasan anguk2an kepala ikut irama musik bak orang tidak asing lagi disorong persis kaya preman, celana pendek kaos sabang hitam pakai rompi bertopi, suara digede-gedein, kaya orang ga takut apa2, sampai diklademak dimini market yang dituju Alhamdulillah selamat, tetapi tetap aja, persaan orang2 dan anak muda hitam2 itu semua melihat saat saya turun angkot dan jalan menuju mini market, karena memang dipelataran mini market tsb selain juga tempat parkir dipenuhi juga orang2 dan pemuda nongkrong, alaaaah cuek aja, emang gue pikirin ( kata saya dalam hati).&lt;br /&gt;Selesai belanja saya siap2 pulang, tapi bingung naik lan yang mana yang lewat hotel karena lan atau angkotnya banyak dari lan A sampai H, ah tanyalah saya kesatpam disitu, eh si satpam jawaban satpam mugk lan B, lalu saya tanya ke ibu-ibu karena kalau ibu, meski hitam pasti masih perempuan yang punya sisi kelembutan dan perasa, si ibu bilang naek lan B, katanya sambil berlalu hingga saya tidak sempat ucapin terima kasih, dipinggir jalan saya berdiri menunggu angkot, belum lagi dapat angkot tiba-tiba saya dihampiri tiga orang tinggi besar mata merah kulit hitam, duaarrrr…… jantung saya seakan meledak kaget, waduh ada apa nih, dan agak takut juga saya….. bang minta uangnya serebu buat beli minum, katanya, tanpa berpikir panjang langsung saya ngodok saku dan memberikan selembaran uang serebu… neh bang..! daripada apa-apa mending saya kasih…., toh Cuma minta srebu…sebelum terjadi apa-apa begitu angkot B lewat saya stop aaaaahh selamat tapi deg-degan masih ada juga, lucu ya…? Berdandan ala preman ditarget preman… memang kayanya saya tidak pantas jadi preman, habis terlalu alim…he..he…. Alhamdulillah sampai juga dihotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kamis pukul 09.00 saya ditelpon oleh seseorang yang mengaku dari dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Sorong, bernama Bapak Setiyo ingin ketemu katanya.. karena saya belum tahu siapa beliau dan tidak tahu kantor PM kota sorong saya meminta kepadanya untuk menjemput ke hotel, selang beberapa menit pintu kamar hotel no 303 dimana saya tinggal terdengar ketukan, kemudian ketika pintu saya buka berdiri 2 orang bapak-bapak yang berseragam batik, lalu saya persilakan masuk keduanya dan tak lupa saya memperkenalkan diri, dari keduanya diketahui bernama Setiyo yang menelepon dan Syam, (Pak Setiyo ternyata orang jawa timur tepatnya lamongan kota babat yang mengawali hidup merantau dikota sorong ini sebagai tukang bakso) keduanya adalah staf dinas PM yang diutus Kadis PM untuk menjemput saya untuk kemudian bersama-sama menemui Walikota, setelah sedikit ngobrol seputar asal-usul masing-masing kami berangkat menuju kantor Dinas PM, sesampainya dikantor dinas PM saya dipersilakan masuk keruangan Kepala Dinas, tidak seperti ruangan kepala dinas sebuah instansi pemerintahan dijakarta atau dijawa yang ber ac dan mewah, ruangan Kadis di sini (Kota Sorong) sungguh jauh berbeda sederhana bahkan boleh dikata sangat sederhana bila dibandingkan dengan ruang kadis sebuah instansi dijawa. Cukup sebuah meja kerja dan satu set kursi tamu serta gambar peta kota sorong yang tergantung ditembok menghiasi ruangan kadis ini. Bapak Drs.Leonardo Kambuaya nama lengkap kadis tersebut, dipanggil pa leo, beliau asli papua dengan suku kambuaya agama kristen protestan, berperawakan tinggi besar kulit hitam rambut kriting sebagaimana khasnya orang penduduk asli papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kami berbincang-bincang hanya sedikit dari obrolan ringan rupanya bapak leo dan seorang staf di dinas PM inilah yang kejakarta ketemu PMU dan departemen terkait dengan program P2KP dijakarta, memohon dan meminta agar P2KP masuk kota sorong, keinginan ini didasarkan pada informasi yang didapat bapak Setiyo ketika pulang kampung halamannya di Lamongan babat ada program P2KP yang menurut beliau pola pendekatan dan pelaksanaan programnya kental dengan memintarkan masyarakat, karenanya sangat tertarik, setelah mengumpulkan beberapa informasi terkait dengan P2KP maka disepakati melalui koordinasi semua pihak di pemkot sorong untuk memberangkatkan utusan kejakarta, saat itu Pak Leo dan Setiyo yang menjadi utusan kota sorong pergi kejakarta, tentunya keduanya dibekali dengan proposal permohonan pemkot agar P2KP masuk ke sorong. Bagai pucuk dicinta ulampun tiba kedatangan saya disorong dengan membawa satatus sebagai orang yang ditugaskan mengawal pelaksanaan P2KP disorong, saya disambut dengan penuh antusias dan resphon yang positif dari dinas PM terutama, mungkin ada kebanggan bahwa kepergiannya ke jakarta tidak sia-sia dengan telah hadirnya saya dikota sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.27 saya dengan ditemani oleh Kadis PM bapak Leo dan seorang stafnya Setiyo kami bertiga tiba dikantor walikota, namun sayang karena walikota tidak ada ditempat sedang sakit, maka saya minta untuk ketemu Wawali atau Sekda, setelah menunggu beberapa menit akhirnya saya hanya bisa bertemu dengan sekda pak D.F Kambuaya MM, ruangan sederhana tapi ber AC kami dipersilakan duduk, saya diperkenalkan pa Leo kepada pa sekda dengan istilah utusan P2KP dari pusat, pembiacaraan saya buka dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu kepadanya meskipun sudah diperkenalkan bapak Leo, dan saya sampaikan maksud dan tujuan datang dikota sorong, beliau menerima dengan senang hati dan sangat berterima kasih atas kedatangan saya dikotanya, setelah berbincang beberapa saat saya sampaikan surat tugas saya kepada beliau untuk diteruskan ke walikota, pak sekda juga menyampaikan bahwa walikota sedang sakit dan beliau berjanji kesempatan lain untuk berkoordinasi sama-sama dengan walikota. Pak Sekda menyarankan untuk selalu berkoordinasi dengan pak leo sebagai kadis Pemberdayaan Masyarakat dan KB, Hampir satu jam kami ngobrol dengan suasana santai penuh keakraban, beliaunya sangat berharap program P2KP berhasil dikota sorong dan berkelanjutan imbuhnya….(cocok dengan harapan saya juga donk…) Singkat cerita saja saya kemudian pamit dan meninggalkan ruangan sekda saat itu jam menunjukkan pukul 11.45 WIT , dengan menumpang mobil kadis PM kami bertiga meninggalkan kantor sekda, kembali menuju kantor beliau ( Dinas PM &amp; KB ). Seperti telah disampaikan bapak anis bappeda, bahwa sebetulnya Tim Koordinasi untuk P2KP ini, sudah lama terbentuk sebagaian dari respon positif hasil sosialisasi ditingkat propinsi terdahulu, hanya kemudian tidak ada tindak lanjut, bahkan sampai pa Leo sendiri harus kejakarta untuk menemui PMU minta kejelasan P2KP sorong, menurut pa Leo kedatangan bapak (saya) ini adalah hasil kerja kerasnya selama ini….( nah lo ini lagi perlu diluruskan tapi mgk ada benarnya juga lah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dikantor pa Leo saya mendapatkan banyak informasi tentang hubungan antar suku di kota sorong ini, ada beberapa suku besar asli papua antar lain, Ayameru, Moi, Khokoda, dan Mybrat sedangkan suku pendatang, Sunda, Jawa, Madura, Bugis, Ambon, Bone, China dan banyak lagi, kesemuanya berinteraksi dengan baik menyangkut dengan keyakinan maupun yang lainnya, bahkan untuk acara-acara keagamaan di kota sorong ini cukup hidup bahkan toleransinya sangat tinggi, beberapa suku pendatang membentuk organisasi-organisasi untuk menjalin kebersamaan dan silaturrahmi seperti IKASWARA (Ikatan Sunda Jawa Madura), anggotanya adalah pendatang berasal dari suku sunda jawa dan madura, KSS (Kekeluargaan Sulawesi Selatan), anggotanya pendatang suku bugis bone makasar dan wilayah sulawesi, sayangnya suku-suku lokal sebagain cenderung menutup diri dengan pindah bermukim ke wilayah-wilayah pinggiran kota dan pegunungan-pegunungan (kajian tentang suku lokal akan disampaikan pada cerita lain kota sorong). Kendati demikian sekali lagi bahwa kehidupan dikota sorong cukup kondusif dan dinamis, seperti moto kota ini adalah “Setara Bersahabat dan Dinamis”.&lt;br /&gt;Yang agak mengherankan menurut sensus penduduk tahun 2004 pemeluk agama Islam mencapai 55% dari total jumlah penduduk kota sorong 154.264 jiwa ( sensus bulan november 2005 ), selebihnya beragama Kristen dan lainnya, akan tetapi kalau ditanya prosentase bangunan rumah ibadah gereja labih dominan dengan jumlah 182 Gereja, Masjid/Mushola 72, 1 Pure dan 6 Vihara.&lt;br /&gt;Dari jumlah penduduk 154.264 penduduk laki-laki sebanyak 80.980 jiwa, perempuan 73,284 dengan kepadatan penduduk 140/km2 dengan tersebar dan terkonsentrasi di 4 distrik yaitu Distrik Sorong 52.807 jiwa (34.2%), Distrik Sorong Barat sebanyakl 29.246 jiwa (19%), Distrik Sorong Timur sebanyak 62.970 jiwa (40.8%), dan Distrik Sorong kepulauan sebanyak 9.241 jiwa (6%), dan berdasarkan data dari Kantor Pemberdayaan Masyarakat &amp;amp; Keluarga Berencana ( KB) Kota Sorong, jumlah penduduk miskin sebanyak 16.199 KK terdiri dari 12.368 KK dikategorikan sangat miskin ( KS1) dan 3.831 KK dikategorikan miskin (Pra KS). Artinya penduduk yang masih hidup dibawah garis kemiskinan hampir 30% dari jumlah penduduk, meski demikian jangan ditanyakan pola hidup masyarakat sorong ini seperti apa, budaya pesta potong babi dan minuman keras adalah hal yang biasa, lalu uang untuk itu darimana pa kan acara seperti itu butuh biaya… jawabannya saya lanjutkan dalam episode lain to be continue…………….&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114847945206696374?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114847945206696374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114847945206696374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114847945206696374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114847945206696374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/preman-yang-dipalak-preman-saya-tiba.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114842362409058546</id><published>2006-05-23T15:21:00.000-07:00</published><updated>2006-05-23T15:33:44.103-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54074.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54074.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mustika Sakti dari Timur Ada di P2KP&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tamu tidak diundang merupakan suatu ungkapan yang sering kita dengar. Mendengar ungkapan tersebut umumnya orang akan langsung mengartikannya dengan sesuatu hal yang negatif, misalnya untuk pencuri yang masuk ke rumah. Selain tentang pencurian juga akan mengingatkan pada sebuah lagu yang menceritakan datangnya seorang ibu yang membawa anak ke pesta perkawinan suaminya. Gambaran seperti itulah yang ada jika terdengar ungkapan tamu tidak diundang.&lt;br /&gt;Seperti halnya kejadian yang dialami P2KP Sorong, Pada hari Minggu 21 Mei 2006 saat dilaksanakannya pembekalan dan Pelatihan dasar hari terakhir untuk fasilitator dan staff kantor P2KP Sorong. Pembekalan dan pelatihan mendadak berhenti berberapa saat. Berhentinya pelatihan dan pembekalan tersebut bukan karena waktu istirahat tiba atau karena gangguan teknis lain. Berberapa saat semua terdiam karena tiba-tiba tamu tidak diundang berjumlah tiga orang masuk ruangan pelatihan. Masuknya tamu yang tidak di undang tersebut membuat suasana dalam ruangan menjadi hening dan penuh tanda tanya besar dalam diri masing-masing Walaupun tidak sempat menimbulkan kekacauan dan kerugian tapi hal tersebut menimbulkan sedikit gangguan.&lt;br /&gt;Berberapa saat menunggu tidak ada penjelasan dari tamu tidak diundang tersebut, korkot wilayah Sorong menanyakan maksud dan tujuan mereka. Salah seorang dari mereka yang mengaku bernama Andi menjelaskan bahwa kehadirannya sesuai dengan kesepakatan via telepon kemarin 20 Mei 2006, bahwa “barang” yang dicari ada disini. Penjelasan yang sedikit tertutup tentang “barang” yang dicari membuat semua yang di ruangan tersenyum penuh dengan interpretasi. Setelah diminta untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan”barang’ tersebut, dengan tegas Andi menjawab barang itu adalah mustika sakti. Penjelasan tersebut mengakhiri teka-teki tentang “barang’ yang dimaksud, ternyata mereka hanya salah menuju alamat yang dicari.&lt;br /&gt;Kejadian di atas menyisakan satu pertanyaan besar, benarkah Indonesia sudah berhasil dengan pembagunannya. Jumlah sarjana yang banyak, kemajuan teknologi yang tinggi, terbukti dengan banyaknya siaran televisi dan media lain sampai kepelosok negeri. Tetapi mengapa masih ada dan mungkin banyak yang masih mempercayai hal-hal yang mistik seperti kesaktian.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114842362409058546?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114842362409058546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114842362409058546' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114842362409058546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114842362409058546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/mustika-sakti-dari-timur-ada-di-p2kp.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28625397.post-114842121902939921</id><published>2006-05-23T14:14:00.000-07:00</published><updated>2006-05-23T15:01:51.656-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/1600/SSA54066.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/839/3035/320/SSA54066.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Sorong Pertama Kulihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali akan masuk kota Sorong, ada bayangan harus menghindari tiba pada saat malam hari. Hal tersebut bukan karena informasi tentang kota Sorong yang seram atau masyarakatnya tidak menerima pendatang, akan tetapi bayangan akan kesulitan yang akan kita hadapi. Timbulnya Bayangan tersebut lebih didasari karena pengetahuan akan kondisi pada kota-kota kecil di pulau lain. Kesulitan pertama yang mungkin akan kita alami adalah sulitnya transportasi, kalaupun ada tentu dengan harga yang sangat mahal, kedua keamanan yang belum tentu terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berberapa hari di Sorong ternyata gambaran di atas tidak sepenuhnya benar, karena ternyata kota Sorong justru menjadi pusat keramaian pada malam hari. Keramaian pada malam hari terjadi karena masyarkat umumnya memilih waktu malam hari untuk keluar mencari kebutuhan sehari-hari, juga karena ruko-ruko pada umumnya buka dari sore hingga malam hari, ditambah lagi sebagaian masyarakat sorong bermata pencaharian nelayan. Kondisi tersebut ditambah dengan cuaca kota Sorong yang pada siang hari sangat menyengat. Sementara pada malam hari cuaca nenjadi sejuk dan bersahabat. Sehingga umumnya masyarakat kota Sorong cendrung memilih keluar pada malam hari. Kalau kita bandingkan dengan kota-kota sekelas kota Sorong yang mengutamakan aktifitas pada siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas malam hari di Sorong didukung beberapa hal lain diluar hal tersebut di atas, misalnya angkot yang beroperasi hingga malam hari, jalan terang karena dikelilingi lampu jalan yang terpelihara dengan baik, Suasana yang aman, para pedagang kaki lima yang berderet dengan setia menunggu para pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorong sepintas menunjukan perbedaan yang nyata dengan kota-kota kecil lain, sehingga wajar jika Sorong disebut-disebut sebagai kota metropolitannya papua. Selayaknya metropolitan bukan saja dari sisi waktu malamnya yang ramai, tertapi untuk harga-hargapun di Sorong sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut tentu sedikit banyak berpengaruh pada kehidupan generasi mudanya, terutama para pelajar.. Generasi muda dan pelajar yang seharusnya ada di rumah untuk mempersiapkan pelajarannya pada esok hari, banyak yang ikut menjadi pelaku keramaian di malam hari. Ikut sertanya para generasi muda dan pelajar tersebut sebenarnya menjadi hal biasa, namun persolannya menjadi lain manakala para generasi muda tersebut mengikuti juga pesta minum-minum, bahkan sampai mabuk-mabukan yang tentunya dapat melupakan jam belajar dan kewajibannya sebagai pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini memang belum terdengar keluhan langsung dari para orang tua yang anaknya mengikuti gaya kehidupan masyarakat tersebut, karena sudah menjadi suatu tradisi umum di Sorong. Namun jika kondisi ini terus di biarkan tanpa ada keinginan semua fihak dalam menyikapi dengan bijak, bukan hal yang tidak mungkin Sorong akan mengalami krisis generasi yang berkualitas yang di harapkan menjadi generasi penerus untuk memimpin Sorong di masa datang, Generasi penerus yang benar-benar diharapkan untuk membangun kota Sorong kedepan. Akankah Sorong menjadi sebuah kota yang maju tapi tidak mampu melahirkan generasi penerus yang handal. Jawabnya ada pada kepala pemimpin, masyarakat dan generasi mudanya saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28625397-114842121902939921?l=sorongp2kp3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/feeds/114842121902939921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28625397&amp;postID=114842121902939921' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114842121902939921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28625397/posts/default/114842121902939921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sorongp2kp3.blogspot.com/2006/05/sorong-pertama-kulihat-pertama-kali.html' title=''/><author><name>Syihab09</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12380716958474076054</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://i62.photobucket.com/albums/h105/syihab09/lambangkotasorong.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
